Daerah

Surabaya Dukung Gus Abid Calon Tunggal Ketua Ansor Jatim

Jum'at, 15 Maret 2019 13:30 wib

...
Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya HM Faridz Afif (tengah) saat konferensi pers (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Meski Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur masih dijadwalkan pasca pemilu 17 April, namun arah dukungan sudah mengerucut ke sosok Moh Abid Umar alias Gus Abid.

Bahkan GP Ansor Kota Surabaya secara gamblang dan bulat mendukung Gus Abid sebagai calon tunggal Ketua PW GP Ansor Jatim periode 2019-2023.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surabaya HM Faridz Afif, berharap Konferwil nanti memilih ketua secara aklamasi dengan semangat musyawarah mufakat.

“Kalau Ansor Surabaya sudah bulat dukung Gus Abid. Kami yakin mayoritas cabang lain juga punya pemikiran yang sama sehingga peluang pemilihan secara aklamasi bisa tercapai,” kata Afif saat konferensi pers di Surabaya, Jumat, 15 Maret 2019.

Baca juga: Pengabdian dan Mimpi Gus Abid dalam Mimpin Ansor Jatim

Afif mengaku bukan tanpa alasan mendorong Gus Abid sebagai calon tunggal. Menurutnya, Gus Abid yang kini menjabat Ketua PW GP Ansor Jatim melalui melalui penunjukan Pimpinan Pusat berhasil mengemban amanah organisasi. Hal itu terbukti dengan jalannya organisasi Ansor di Jatim.

Afif mencontohkan, di era kepemimpinan duet Gus Abid dan Nur Arifin alias Mas Ipin (Sekretaris) sejumlah konferensi cabang di Jatim bisa terselenggara tepat waktu. Dengan begitu roda organisasi berjalan dengan baik.

Selain itu, agenda di wilayah juga sudah berjalan. Mulai Rakerwil dan Rakorwil hingga agenda internal seperti Majelis Rijalul Ansor.

“Selama dipimpin Gus Abid hubungan internal dengan cabang juga harmonis dan terjalin kekompakan. Selain itu, Gus Abid bisa menjalin komunikasi keluar, termasuk dengan Gubernur terpilih. Saya kira itu modal yang cukup untuk memimpin Ansor Jatim 4 tahun ke depan,” tegasnya.

Baca juga: Hargai Pengorbanan Riyanto, Banser Jatim Usulkan Hari Kemanusiaan Nasional

Alumni pasca sarjana Unair ini berharap dengan pemilihan secara aklamasi bisa meminimalisir perpecahan internal pasca Konferwil. Sebab, yang namanya kompetisi akan menimbulkan rasa kecewa bagi kandidat yang kalah beserta pendukungnya. Butuh waktu untuk menyembuhkan luka karena kecewa dan kalah.

Karena itu, Afif lebih setuju pemilihan Ketua Ansor Jatim nanti melalui mekanisme musyawarah mufakat dibanding voting. Dengan begitu keputusannya akan bulat dan semua pihak merasa ikut bertanggungjawab atas keputusan yang diambil.

Karena itu Ansor Surabaya akan mensosialisasikan ini ke struktur internal di bawah maupun ke sesama pimpinan cabang.

“Tantangan ke depan semakin komplek. Sementara kerja Gus Abid selama 3 bulan memimpin Ansor Jatim sudah baik. Karena itu sebaiknya dilanjutkan saja secara definitif 4 tahun ke depan,” pungkasnya. (*)