Daerah

Tingkatkan IPM Madura, Pemprov Jatim Bangun Pesantren Gratis di Sumenep

Rabu, 24 Juli 2019 10:30 wib

...
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat meresmikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Halal Center, di Pondok Pesantren Bahrul Mahfiroh, Malang, Ahad, 14 Juli 2019 (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, tengah membangun Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, senilai Rp3 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dindik Jatim, Hudiono mengatakan, pesantrens tersebut akan menampung sebanyak 100 santri. Pembiayaan pembangunannya dari APBD Provinsi Jatim.

Menariknya, semua santri yang tinggal di pesantren tersebut tidak akan dipungut biaya alias gratis. Pemprov Jatim sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar pertahun guna operasionalisasi pesantren tersebut. “Kami rencanakan tahun depan akan beroperasi,” katanya, Rabu, 24 Juli 2019.

Baca juga: Pimpin Jatim, Khofifah Canangkan One Pesantren One Product

ia menambahkan, santri yang bisa diterima di pesantren ini diutamakan dari Sumenep. Syaratnya harus berasal dari keluarga tidak mampu. Kalaupun ada siswa tidak mampu yang berasal dari luar Sumenep, tetap akan diterima.

Saat ini, pihaknya sudah menyiapkan tenaga pendidik yang akan menjadi pengajar di pesantren tersebut. “Kami bangun Ponpes gratis di Sumenep karena Madura IPM (indeks pembangunan manusia)-nya rendah,” imbuh Hudiono.

Baca juga: Tahun 2015, Santri Ponpes di Jatim Gratis Berobat

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim berada di urutan ke-15 dari 34 provinsi Indonesia. Di Jatim, IPM yang paling rendah terdapat di Madura.

Pada 2017, IPM Sumenep 64,28, Pamekasan 64,93, Sampang 59,90, dan Bangkalan 62,30. Di Jatim, hanya Kota Surabaya, Kota Madiun, dan Kota Malang yang angka IPM-nya di atas 80. “Kami ingin keberadaan Ponpes gratis ini bisa meningkatkan IPM di Madura,” terangnya.

Baca juga: Khofifah: Perempuan Harus Jadi Agen Perdamaian

Tak hanya dibekali pendidikan agama, santri yang tinggal di pesantren ini juga dibekali dengan ketrampilan. Pasalnya, santri juga akan bersekolah umum seperti di SMK. SMK yang akan menjadi sekolah santri ini adalah SMK Nasrul Ulum.

Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan santri ketika lulus bisa memiliki keahlian. “Untuk sementara, santri yang bisa ditampung di Ponpes ini sebanyak 100 orang. Ke depan kami akan tambah lagi,” pungkas Hudiono. (rus/sindo)