Fikrah

NU, Jokowi, dan Habib Rizieq

Minggu, 15 November 2020 10:30 wib

...

Belum genap satu minggu dari kepulangan Habib Rizieq ke tanah air, kondisi politik Indonesia sudah cukup dinamis.

Habib Rizieq terus melalukan konsolidasi dukungan sambil melancarkan “serangan” beruntun ke berbagai sudut pemerintahan.

Menarik, hingga sekarang, tak satu kata pun keluar dari lisan Jokowi untuk menangkis serangan Habib Rizieq. Jokowi diam, entah dengan cara apa dia akan “melawan”.

Baca juga: 11 Anggota FPI Resmi Tersangka Pengacau Harlah NU

Karakter dua tokoh ini memang berbeda secara diametral. Jokowi kalem, Habib Rizieq meledak-ledak. Jokowi tampak tertutup, sementara Habib Rizieq lebih terus terang.

Kita tidak tahu bagaimana ujung dari “permainan” ini. Apakah akan segera berakhir dengan “rekonsiliasi” atau permainan akan terus berlanjut hingga 2024. Wallahu a’lam.

Namun, di tengah pertarungan dua tokoh itu, NU cenderung tak melibatkan diri. Sebagai jam’iyyah diniyah ijtima’iyah, NU konsisten pada pengelolaan ribuan lembaga pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat termasuk membantu masyarakat yang terdampak covid 19.

Baca juga: FPI Jatim Desak Pemerintah Segera Bubarkan FPI

Bagi saya, sejauh tak potensial membakar lumbung, permainan ini layak kita nikmati dan jangan diambil hati agar tak sakit hati. Ingat:

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadiid 57:20).

Ahad, 15 Nopember 2020
Salam,

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua LBM PBNU.