Nasional

Resmi! Muktamar Ke-34 NU Diputuskan Bakal Digelar 23-25 Desember 2021

Sabtu, 25 September 2021 21:30 wib

...
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj (tengah) didampingi Wakil Rais Aam KH Miftahul Akhyar, Sekjen Helmy Faishal Zaini, dan Bendahara Bina Suhendra, menyampaikan hasil rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, 2016 (santrinews.com/antara)

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan bahwa Muktamar ke-34 NU akan dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021.

Keputusan ini disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj disela-sela acara Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2021 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu, 25 September 2021.

“Dengan catatan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan muktamar akan mematuhi protokol kesehatan dan mendapatkan persetujuan Satgas Covid-19 baik di tingkat nasional maupun daerah,” kata Kiai Said.

Kiai Said menjelaskan keputusan itu diambil setelah ia bermusyawarah dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekjend PBNU H Helmy Faishal Zaini.

“Demi menjaga martabat Nahdlatul Ulama dan keberlangsungan Munas dan Konbes ini secara tenang, damai, dan teduh, tadi saya mengambil prakarsa untuk bermusyawarah bersama Rais ‘Aam, Katib ‘Aam, dan Sekjen,” ujarnya.

Dalam musyawarah itu, Kiai Said dan seluruh jajaran petinggi PBNU sepakat untuk melaksanakan Muktamar NU pada 23-25 Desember 2021.

Kiai Said bersyukur Munas dan Konbes NU bisa dilakukan dalam kondisi di tengah pandemi, meskipun pelaksanaannya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan peserta tidak seperti Munas biasanya. Hal ini bertujuan dalam rangka menyempurnakan ikhtiar untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Pandemi ini mengubah banyak hal. Termasuk cara berorganisasi NU juga beradaptasi. Ini baru kali pertama dalam sejarah Musyawarah NU yang biasanya dihadiri ribuan orang, tapi kali ini dilakukan dengan hanya menghadirkan sedikit sekali jamaah NU,” tandasnya.

Munas-Konbes NU adalah sebagai forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU. Forum ini hanya diikuti 250 orang peserta yang terdiri jajaran pengurus PBNU beserta badan otonomnya, serta utusan PWNU dari berbagai provinsi di Indonesia. (red)