Nasional

Kiai Mutawakkil: Fondasi Pendirian NU Sangat Kuat

Sabtu, 11 Mei 2013 11:54 wib

...
KH M Hasan Mutawakkil Alallah (Abdul Hady JM/Santrinews)

Rangkaian seminar menjadi salah satu masukan berarti bagi kebaikan program dan perhatian NU kepada umat dan jam’iyah.

Surabaya – Sabtu, 11 Mei 2013, di The Empire Hotel Surabaya diselenggarakan Seminar Ekonomi dan Hukum yang menghadirkan Prof Dr H Ahmad Sodiki (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi) dan Prof Dr Ahmad Erani Yustika (Guru Besar Ekonomi Islam dari Unibraw).

Ketika memberikan sambutan, Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah mengingatkan bahwa para pendiri NU telah memberikan gambaran yang cukup komprehensif terhadap bangsa Indonesia.

“Jauh sebelum didirikan, para pendiri jam’iyah ini telah melandasi NU dengan sejumlah gerakan dan kesadaran pendukung yakni Nahdlatul Wathan, Nahdlatut Tujjar dan Taswirul Afkar,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah serta KH Bisri Syansuri dengan terlebih awal menanamkan semangat nasionalisme, kebangkitan ekonomi serta kemajuan wawasan intelektualitas sebagai ruh bagi perjuangan NU.

“Sehingga, pendirian NU telahmemiliki landasan serta fondasi yang sangat kokoh,” katanya.

Karena itu Kiai Mutawakkil, sapaan akrabnya mengharapkan kondisi bangsa ini bisa belajar dari awal pendirian NU. “Apa yang telah diuswahkan para pendiri jam’iyah ini demikian luar biasa,” lanjutnya.

“Sudah saatnya bagi bangsa ini yang di dalamnya juga para pegiat NU untuk memperkokoh fundamental bangsa dengan memperkuat sektor ekonomi, kecintaan kepada tanah air serta wawasan kecendekiawanan bagi masa depan NU serta bangsa,” tukasnya.

Karena bagi alumnus Universitas Al-Azhar Mesir ini, memikirkan kondisi tersebut sama dan sebangun dengan memikirkan mayoritas rakyat yang sebenarnya belum banyak diperhatikan baik oleh pemerintah maupun pihak lain.

“Pada kenyataannya, mayotas masyarakat yang terhimpit tersebut adalah warga NU,” katanya.

Inilah beberapa hal yang menjadi keprihatinan NU demi khidmatnya kepada bangsa dan negara. “Seminar ini memiliki entry point bagi kemajuan bangsa dan semoga bisa dijadikan masukan di sidang komisi saat Konferwil,” harapnya.

Konferwil NU Jatim akan berlangsung di PP Bumi Sholawat Sidoarjo pada tanggal 31 Mei hingga 2 Juni 2013 mendatang. (saif/ahay)