Nasional

BNPT: Setiap Radikalisme Pasti Teroris

Jum'at, 15 Agustus 2014 10:12 wib

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gerakan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) yang ditengara sudah masuk di berbagai daerah di Indonesia dan belakangan menjadi topik hangat.

Kepala BNPT, Ansyaad Mbai mengatakan terorisme merupakan ancaman serius bagi keutuhan bangsa dan negara dan harus diwaspadai. Terutama terhadap gerakan-gerakan radikalisme yang saat ini marak.

“Setiap radikalisme pasti teroris, karena tidak ada yang radikal yang tidak teroris,” ujarnya kepada SantriNews.com, usai menghadiri dialog terbuka tentang ISIS, Gedung Sasana Amal Bakti, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis 14 Agustus 2014.

Dikatakan, selama ini memang mayoritas gerakan radikalisme muncul dari Islam namun sejatinya agama-agama lain juga ada. Khusus umat Islam wacana radikalisme lahir karena faktor paham takfiri (saling mengkafirkan) dan kesalahan pemahaman terhadap jihad.

“Jadi kalau ada kelompok yang memiliki paham seperti itu berarti bisa dikatakan radikal dan menjadi ancaman kedaulatan negara. Dan iti tidak hanya kelompok ISIS,” ujarnya.

Menurutnya, selain ISIS terdapat banyak kelompok lain yang juga mengancam NKRI dengan paham-paham yang tidak sesuai dengan pedoman negara yakni Pancasila.

ISIS itu hanya salah satunya saja masih banyak kelompok-kelompok lain yang perlu diwaspadai. Yakni kelompok yang merasa benar dan seperti tangan Tuhan, ISIS ini seperti keponakan Tuhan,” ujarnya. (dhom/set)