Nasional

KH Ma’ruf Amin: Film “Diary Santri” Genggong Jadi Sarana Dakwah Kreatif

Minggu, 26 Maret 2017 14:51 wib

...

Jakarta – Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengapresiasi para santri yang menuangkan gagasannya melalui karya film pendek. Menurut Kiai Ma’ruf, film sebagai produk seni dan budaya dapat dijadikan sebagai sarana berdakwah.

Hal itu disampaikan Kiai Ma’ruf pada Malam Anugerah Lomba Film Pendek Antar Pesantren se-Indonesia, di Auditorium HM Rasyid, Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 25 Maret 2017.

“Penyampaian nilai-nilai positif tidak hanya melalui mimbar agama atau di kelas. Namun bisa dikemas secara kreatif melalui hiburan,” ujar Kiai Ma’ruf.

Lomba ini diselenggarakan oleh Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam MUI.Sejumlah tokoh dan ulama hadir pada malam anugerah itu. Diantaranya Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, dan insan perfilman seperti Habiburrahman El Shirazy, Dedy Mizwar, dan aktor film lainnya.

Menurut Kiai Ma’ruf Amin, melalui ajang Festival Film Santri 2017, para santri dan siswa didorong agar terlibat dalam pembangunan bangsa.

Di saat yang sama, ia berharap masyarakat semakin dewasa dalam membangun kultur yang baik. Sehingga, ke depan masyarakat semakin selektif dalam memilih tontonan dan tuntunan yang berkualitas.

Acara ini, menurutnya, dapat mendekatkan santri dan pesantren pada realita kebutuhan berdakwah melalui dunia kreativias seni dan perfilman. Sehingga, tidak ada lagi pandangan bahwa semua film cenderung mengandung keburukan.

Demikian juga sebaliknya, dunia perfilman tidak lagi memandang sebelah mata kepada para santri. Kesan tidak kreatif tak boleh lagi disematkan kepada mereka.

“Sebab, faktanya santri juga bisa membuat film sebagai sarana dakwah. Pada akhirnya, selamat untuk para santrinya Ketua PWNU Jatim (KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, red) yang sudah jadi pemenang,” tuturnya.

Anugerah Lomba Film Pendek Antar Pesantren se-Indonesia, ada 3 kategori yang dilombakan. Dewan juri yang terdiri dari Habiburrahman El Shirazy, Dani Sapawie, dan Embie C. Noor telah memutuskan 3 nama pemenang pada masing-masing kategori, yaitu Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Terbaik dan Film Terbaik.

Pemenang kategori Sutradara Terbaik, Sinta Wina Maryani dari Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan judul film ‘Diary Santri’.

Pemenang kategori Penulis Skenario, Syahdan Asmara dari Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan judul film ‘Annadhaafatu Minal Iman’.

Pemenang kategori Film Terbaik, ‘Diary Santri’ karya Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, Jawa Timur. (*)