Opini

Corona dan Kesalehan Sosial

Kamis, 21 Mei 2020 23:30 wib

...

Virus Corona atau Covid-19 merupakan virus yang sangat menyeramkan. Semua negara panik dalam menghadapinya. Tidak sedikit Negara yang telah menerapkan lockdown sebagai salah satu upaya untuk mencegah tersebarnya Corona.

Disamping lockdown ada beberapa langkah yang dilakukan oleh setiap Negara, diantaranya keharusan bagi warganya untuk sering melakukan cuci tangan, memakai masker saat pergi keluar rumah, social distancing, dan psycal distancing.

Dalam tabel informasi resmi yang menginformasikan terkait perkembangan Covid-19 di berbagai negara, Amerika adalah negara yang menempati posisi teratas angka kematian warganya akibat virus Corona, lalu Italia, Spanyol, dan Jeman.

Meski sebagian dari negara Eropa telaha menerapakan lockdown, namun masih ada sebagian warganya yang melakukan aktifitas di luar rumah, tidak terkendala oleh penyebaran virus corona yang menjadi perhatian manusia sedunia. Ketidakpatuhan warga seperti inilah yang menyebabkan pandemi Covid-19 semakin sulit dihentikan.

Baca juga: Tradisi Burdah Keliling di Tengah Corona

Ada pengamat yang mengatakan bahwa beberapa Negara sangat lambat melaksanakan antisipasi terhadap menyebarnya virus ini, dan menilai sebagian dari Negara yang ada cukup tanggap seperti Singapura. Singapura salah satu Negara yang melakukan antisipasi jauh sebelumnya, sehingga dengan itu sangat sedikit warganya yang terkena wabah covid-19.

Bagaimana dengan Indonesia? Meski ada orang yang beranggapan bahwa pemerintah terlambat memberikan pencegahan preventif terjadinya penyebaran virus ini, tetapi tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi kepada kinerja pemerintah.

Kita mendengar perdebatan yang terjadi di berbagai media massa baik offline maupun online, terjadinya perdebatan atas kinerja pemerintah yang “katanya” dianggap lamban.

Saya akan keluar dari perdebatan tersebut, karena bagi saya bukan saatnya untuk saling menyalahkan satu sama lain. Yang diharapkan saat ini kebersamaan, kepedulian dan kekompakan untuk melawan virus tersebut dengan cara-cara sesuai arahan dokter dan pemerintah. Mari tinggalkan ego sektoral demi mewnciptakan keselamatan anak bangsa.

Kita perlu merenungkan ungkapan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, bahwa “yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.” Sebenarnya statemen ini bukan hanya berkaitan dengan adanya musibah yang terjadi melainkan bahwa kepentingan kemanusian harus lebih diprioritaskan ketimbang kepentingan individu dan atau kelompoknya.

Baca juga: Jihad Santri Melawan Corona

Kita tidak ingin bangsa ini menjadi bangsa pengecut bahkan menjadi bangsa yang memiliki keegoan sepanjang masa. Oleh karena itu, perbedaan-perbedaan politik biar terjadi diatas meja, tidak sampai terbawa pada saat sama-sama mendengar orang yang berkelimpangan mati di tengah jalan dan banyaknya bayi menangis akibat kelaparan. Oreintasi politik seyogyanya harus dirubah menjadi politik kemanusiaan tidak lagi menjadi politik kekuasaan.

Menuju Kesalehan Individu dan Sosial
Dalam setiap agama persoalan menjaga kebersihan merupakan salah satu ajaran yang diperintahkan terutama di dalam agama Islam. Islam menyebutkan bahwa menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman.

Dalam arti bahwa orang yang tidak memperhatikan kebersihan, maka bisa dikatakan keimanannnya belum sempurna. Menjaga kebersihan merupakan persoalan sepele namun berimbas besar bagi kehidupan yang lain.

Kewajiban menjaga kebersihan yang diperintahkan dalam agama bermaksud agar setiap manusia bisa terhindar dari penyakit-penyakit yang ada.

Bermula dari menyepelekan kebersihan banyak orang-orang yang tidak terselamatkan jiwanya. Oleh karenanya Tuhan semesta alam melarang dengan tegas setiap prilaku yang mendatangkan penyakit bahkan tidak segan-segan Tuhan mengancamnya dengan siksa yang sangat keras. Kebersihan diri akan menjaga keselamatan orang lain dengan merasa tidak terganggu dan bisa memberikan penilaian positif untuk perilaku selainnya.

Baca juga: Meraih Kesalehan Sosial di Bulan Suci

Zaman ini, banyak sekali manusia yang kurang memperhatikan ajaran-ajaran agama, mulai dari menutup mulut ketika bersin, mencuci tangan sebelum makan, menjaga jarak agar orang lain tidak risih jika kita mempunyai penyakit ataupun sebaliknya, membatasi diri dari keramaian orang. Anjuran ini termaktub dalam pesan Nabi Muhammad SAW, dan beberapa hal tersebut terungkap dari Imam al-Ghazali dalam kitabnya Muoqil Ubudiyah.

Pada musim wabah virus corona saat ini, kita diajak untuk kembali merenungi setiap ajaran-ajaran agama. Bermula dari virus ini, kepekaan untuk menjaga kebersihan serta kepekaan untuk saling menyelamatkan satu sama yang lain. Menaati perintah agama mulai dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Itu semuanya demi kemaslahatan mahluk yang ada bukan hanya untuk manusia semata.

Ajaran agama memiliki tujuan yang agung, bukan hanya berbicara terkait kesalamatan individu seseorang terlebih agama memikirkan keselamatan orang banyak. Melalui wahyu-Nya Tuhan mengajarkankan banyak hal kepada hamba-Nya. Itu semua akan ada pada setiap manusia yang memiliki kesalehan individu dan kesalehan sosial. Wallahu’alam. (*)

Ponirin Mika, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton.