Politik

90 Persen Masyayikh Annuqayah Tetap Solid Perjuangkan Ra Mamak

Senin, 31 Agustus 2020 01:30 wib

...
Relawan dan Loyalis Ra Mamak bersama Masyayikh Annuqayah konsolidasi gagasan di Pondok Pesantren As-Subki, Mandala, Gapura (santrinews.com/bahri)

Ra Mamak diperjuangkan melalui hasil musyawarah para kiai. Proses politiknya sangat berakhlak.

Sumenep – Sejak awal keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah bersepakat memperjuangkan KH Moh Sholahuddin A Warits alias Ra Mamak sebagai calon bupati Sumenep pada Pilkada 2020. Alasanya, Ra Mamak punya kapabitas yang mumpuni.

Karena itu, meski hingga sekarang Ra Mamak belum mendapat tiket rekom dari partai politik, para kiai Annuqayah bersama Relawan dan Loyalis Ra Mamak terus melakukan konsolidasi.

“Sampai sekarang 90 persen solid ke Ra Mamak. Harapannya sampai detik terakhir Ra Mamak tetap bisa daftar ke KPU,” kata salah satu pengasuh Pesantren Annuqayah KH A Syamli Muqsith pada acara Selamatan Gagasan Ra Mamak, di Pondok Pesantren As-Subki, Desa Mandala, Kecamatan Gapura, Ahad, 30 Agustus 2020.

Baca juga: Ra Mamak Terima Mandat Rakyat untuk Maju Pilkada Sumenep 2020

Acara selamatan yang dihadiri masyayikh Annuqayah ini diisi istighasah dan taushiyah politik. Istighasah dipimpin Habib Muhammad Bilfaqih, dan doa oleh KH Asy’ari Marzuqi.

Selain KH Syamli Muqsith, masyayikh Annuqayah yang hadir diantaranya Kiai Halimi Ishomuddin, Kiai Hazmi Basyir, KH M Naqib Hasan, KH M Husnan A Nafi’, KH Ahmad Faris Hamdi, Kiai A Syauqi Ishomuddin, dan Kiai M Affan.

Para kiai dari sejumlah pesantren juga hadir dan memberikan testimoni. Mereka diantaranya Kiai A Washil Imron (Pragaan), KH Widadi Rahim (Pesantren Al-Is’af, Kalabaan), KH Ali Tsabit (Ganding), Kiai Muzayyad (Ganding), KH Ahmad Mawardi (Batuputih), KH Bahrul Widad (Batang-Batang), KH Mukafi Dimyati (Gapura), Kiai Kholid Abbasi, KH A Madzkur Wasik, dan KH Irfan Umar.

Baca juga: Santri Annuqayah Borong Juara di Pekan Intelektual Indonesia

KH Syamli Muqsith mengaku bangga atas soliditas para relawan dalam memperjuangkan Ra Mamak dalam kontestasi politik pada Pilkada Sumenep 2020.

Kiai Syamli menjelaskan, sejak awal mayoritas kiai Annuqayah mengikat komitmen bersama untuk mengusung Ra Mamak.

“Kenapa harus Ra Mamak. Ini melalui musyawarah kaluarga. Dan sangat prinsip yaitu prosesnya sangat baik, berakhlak,” ujar Kiai Syamli yang juga Rektor INSTIKA.

Baca juga: Kiai Pesantren Annuqayah Turun Gunung Menangkan Khofifah-Emil Dardak

Ketua Relawan Ra Mamak, Kiai Fathol Bari dalam sambutannya mengatakan, para relawan dan loyalis terus bergerak melakukan konsolidasi.

“Sikap kami para relawan tidak goyah, kami belum berhenti melakukan penguatan basis di tingkat bawah,” tegasnya.

Kiai Fathol menegaskan, Relawan dan Loyalis berkomitmen mengawal gagasan besar Ra Mamak, yaitu menjadikan Sumenep sebagai Ibu Nusantara seraya menunggu masa pendaftaran pasangan calon di KPU.

“Ra Mamak boleh dihadang, ditelikung, dan dijatuhkan, tetapi gagasan dan ide besar tentang Sumenep yang berperadaban, indah, nyaman dan aman bagi kelangsungan hidup setiap warganya akan tetap tegak di hati dan pundak relawan,” tegasnya. (rus/hay)