Politik

Politik Medan Pengabdian Anggia Ermarini: Tak Mudah Marah dan Sakit Hati

Rabu, 20 Januari 2021 20:30 wib

...
Anggia Ermarini (dua dari kiri) dalam suatu acara (santrinews.com/istimewa)

Tujuan utamanya melindungi kaum perempuan.

Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Anggia Ermarini memilih politik sebagai salah satu medan perjuangan dan pengabdian bagi masyarakat. Ia kini anggota anggota DPR RI dari Fraksi PKB.

Dalam mengawal kebijakan pemerintah untuk kepentingan umat, Anggia punya target khusus dan tak setengah hati. Ia bekerja sungguh-sungguh.

“Dalam politik harus sungguh-sungguh dan tidak mudah marah dan jangan sakit hati,” kata Anggia kepada, Rabu, 20 Januari 2021.

Baca juga: Anggia Ermarini Terima Penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Olahraga 2018

Salah satu yang ia kawal dan perjuangkan sejak awal adalah soal Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

RUU ini berawal untuk kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang semakin marak terjadi di Indonesia. Perlu perangkat undang-undang untuk melindungi kaum perempuan. “Tujuan utamanya (RUU PKS) untuk melindungi kaum perempuan,” tegasnya.

Anggia menaruh harapan agar kaum perempuan ikut andil dalam pembangunan. Bahkan, Undang-Undang telah mengamanatkan bahwa 30 persen jabatan politik harus terisi perempuan.

Baca juga: Kehendak Bebas dan Pengalaman Perempuan

Anggia kini mendapat amanah sebagai Ketua DPW PKB Sumatra Barat. Amanah sekaligus tantangan. Namun, menurut dia, pada prinsipnya amanah dan tantangan itu harus dihadapi dan dilaksanakan dengan baik.

“Saya melihat potensi luar biasa di sana (Sumatra Barat), maka semua kekuatan yang sebisa mungkin untuk memperkuat PKB di sana,” tegasnya.

Tantangan lain adalah apatisme kalangan anak muda terhadap politik, menuntut Anggia, diperlukan strategi pendekatan khusus. “Itu tantangan juga yang harus dijawab dengan strategi,” pungkasnya. (rus)