Politik

Kiai Hasyim Muzadi: Jokowi Nasionalis, Bukan PKI

Sabtu, 05 Juli 2014 22:04 wib

...
Joko Widodo bersama KH Aziz Manshur dan Marwan Jafar (tempo/santrinews.com)

Surabaya – Waraga Nahdliyin diminta tak tertipu berbagai propaganda dalam memilih presiden pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang. Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia, terutama warga NU.

Demikian diungkapkan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Hasyim Muzadi di hadapan ribuan jamaah Nahdliyin pada acara “˜Doa Kemenangan untuk Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla’ di Gramedia Expo Surabaya, Sabtu, 5 Juli 2014.

Menurutnya, warga nahdliyin sebaiknya menggunakan tata cara yang lazim diterapkan di NU dalam memilih presiden. “Dalam mengambil keputusan, ada tata cara yang biasa dilakukan ulama sebelum memilih, yakni dengan tabayyun,” terang pengasuh Pondok Pes Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Jika ada yang menyebut Joko Widodo bukan muslim, kata Hasyim, informasi itu harus dicek kebenarannya. Tabayun harus dilakukan agar tak tertipu informasi sesat yang beredar luas di masyarakat.

“Pak Jokowi itu sejak kecil Islam, menjalankan salat. Salat malam juga sudah biasa. Sekolahnya di SD Inpres di dalam negeri. Prestasinya juga terlihat, dari wali kota ke gubernur, dan sekarang jadi calon presiden,” kata Hasyim disambut gemuruh jamaah NU.

Hasyim menyebut mantan Walikota Solo itu ditunjuk oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di Indonesia. Kiai Hasyim yakin Joko Widodo akan membawa maslahat bagi Indonesia dan mampu menjaga keutuhan NKRI.

“Berbeda dengan yang sekolahnya di luar negeri. Nanti bekerja untuk siapa? Mau dibawa ke mana negeri ini? Saya paham betul mulai bapak, ibu, dan semua keluarga Jokowi, serta apa agamanya,” kata Kiai Hasyim.

Apa alasan warga NU pantas memilih Jokowi-JK?  Jokowi adalah pemimpin jujur dan bisa dipercaya. Sementara Jusuf Kalla (JK), ujar Hasyim, adalah ulama yang tak suka konflik.

“Pak JK ikut menyelesaikan Konflik Poso. Konflik Aceh (JK) juga berperan menyelesaikan, termasuk konflik yang melanda Islam di dunia, beliau juga hadir ikut menyelesaikan,” ujarnya.

Dia juga meminta warga NU untuk tak terjebak fitnah. Jokowi adalah nasionalis yang tak akan menjual Indonesia kepada asing. “Silahkan menjelekkan. Yang tidak boleh itu memfitnah. Jokowi PKI itu tidak betul,” Kiai Hasyim menjelaskan. (ahay)