Politik

Golkar: Pilgub Jatim Pertarungan Sengit Khofifah dan Gus Ipul

Rabu, 03 Agustus 2016 14:21 wib

...
Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (santrinews.com/ist)

Surabaya – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 diprediksi bakal menjadi pertarungan sengit antara dua kandidat terkuat, yakni Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial) dan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim).

“Pilgub Jatim Khofifah dan Gus Ipul yang kuat,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golongan Karya (Golkar) untuk wilayah Jawa Timur, Ridwan Hisjam, ditemui di acara Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Jatim di Surabaya, Selasa malam, 2 Agustus 2016.

Golkar sendiri, lanjut politikus akrab disapa Tatok itu, hingga saat ini belum menentukan sikap siapa yang akan didukung. Begitu juga komunikasi serius dengan para calon dan partai seirama belun dilakukan. Golkar masih melakukan penjaringan melalui survei.

Ridwan menolak berkomentar ketika ditanya masuknya nama baru di survei yang dilakukan DPD Golkar Jatim, termasuk nama Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji. “Saya belum tahu soal itu,” tandas Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.

Nama Khofifah dan Gus Ipul memang kian santer terdengar bakal maju sebagai calon pada Pilgub Jatim 2018. Gus Ipul bahkan terang-terangan menyosialisasikan diri ke masyarakat dalam banyak kesempatan. Sementara Khofifah hingga saat ini masih bungkam ketika ditanya apakah akan maju lagi atau tidak.

Khofifah dan Gus Ipul sama-sama kader NU. Di luar itu, ada pula samar-samar nama kader NU lain yang dikabarkan akan maju, di antaranya Ketua PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Terkait itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj, berharap berharap nantinya hanya satu kader dari NU yang maju di Pilgub Jatim. “Saya berharap dari NU satu yang maju,” katanya di kantor NU Jatim, Surabaya, Senin, 1 Agustus 2016 lalu. (rus/viva)