Politik

Pesantren Genggong: Wajib Hukumnya Memilih Gus Ipul-Puti

Rabu, 14 Maret 2018 14:34 wib

...
Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno (tengah) di tengah ribuan santriwati di Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo (santrinews.com/ist)

Probolinggo – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Rabu, 14 Maret 2018. Kedatangan Puti disambut meriah oleh ribuan santriwati dengan mengibarkan bendera yang terbuat dari kertas minyak.

Puti datang didampingi Fatma Saifullah Yusuf, istri Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Keduanya diarak masuk dengan menggunakan mobil golf, yang disopiri Ibu Nyai Hj. Diana Susilowati, salah satu pengasuh pondok pesantren.

Baca: KH Zainuddin Ploso: Saya Dukung Penuh Mbak Puti

Saat memberi sambutan, salah seorang Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH M Hasan Syaiful Islam menyampaikan fatwa dari para kiai untuk Pilgub Jatim 2018.

“Wajib hukumnya memilih Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno, nomor 2. Bagi para alumni yang tersebar di berbagai tempat, kami juga wajibkan pilihan itu,” kata Kiai Syaiful Islam.

Baca Juga: Pengasuh Genggong: Pengukuhan Raja Dimas Kanjeng, Anugerah dari Allah

Pesantren yang kini di bawah pimpinan KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alahllah itu telah berusia sekitar 180 tahun. “Usia yang sangat tua. Telah berdiri jauh sebelum Indonesia lahir,” ujar Puti.

Baca Juga: Diary Santri Genggong, Raih Film Terbaik Nasional

Puti kembali menjelaskan hubungan baik para ulama NU dengan kakeknya, Bung Karno. “Atas nasihat dan petunjuk para ulama NU pula, Bung Karno menyampaikan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Puti tak bisa menyembunyikan rasa haru atas seluruh sambutan yang diterimanya. “Terima kasih para kiai pengasuh dan para ibu nyai, para santri dan semua santriwati atas sambutan ini,” kata Puti.

Baca Juga: Ziarah Sunan Ampel, Puti Perkuat Napak Tilas Islam dan Kebangsaan

Pilgub Jatim 2018, pasangan Gus Ipul-Puti diusung koalisi partai politik; PKB, PDIP, Gerindra, dan PKS. Sedangkan rivalnya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, PAN, Hanura, dan PKPI. (us/ist)