Politik

Kemampuan Debat KH Maruf Amin, Pertaruhan Kaum Pesantren

Kamis, 17 Januari 2019 18:30 wib

...
KH Ma'ruf Amin dan Joko Widodo (santrinews.com/ist)

Jakarta – Debat perdana kandidat pasangan Calon Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dilaksanakan pada Kamis, 17 Januari 2019. Uniknya, publik lebih menantikan performa para cawapres, terlebih KH Ma’ruf Amin.

Rasa penasaran publik adalah karena ini merupakan pertama kalinya bagi Kiai Ma’ruf dalam debat politik. Berbeda dengan Sandiaga yang pernah mengikuti debat politik pada saat Pilkada DKI Jakarta.

“Ini semua akan menjadi misteri bagi masyarakat Indonesia dan misteri ini akan segera terkuak nanti malam,” kata Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio seperti dilansir Kompas, Kamis 17 Januari 19.

Sementara bagi dunia pesantren, khususnya para santri, penampilan pertama Kiai Ma’ruf Amin adalah sebuah pertaruhan; apakah sosok yang lahir dan dibesarkan dalam iklim pesantren memiliki basic pengetahuan mumpuni untuk mengurus bangsa Indonesia yang majemuk?.

Terlepas dari pecahnya dukungan kalangan pesantren, Kiai Ma’ruf adalah simbol pensantren dan santri yang dalam debat akan menunjukkan bagaimana output pendidikan pesantren sekaligus sebagai alat ukur kemampuannya kelak ketika terpilih mendapingi Jokowi mengurus pemerintahan yang pelik.

Performa yang menawan dari Kiai Ma’ruf Amin tentu bisa membuat para santri bangga bahwa pesantren mampu melahirkan sosok yang berpengetahuan luas. Sebaliknya, apabila penampilan Kiai Ma’ruf melempem, dunia pesantren patut malu, bahwa lembaga tertua ini belum bisa bersaing dengan produk pendidikan lain.

Ini juga berlaku tidak hanya dalam debat, namun juga dalam aspek keterpilihan KH Ma’ruf pada pemilu pada April tahun ini. Kemenangan Ma’ruf Amin yang menjadi wakil Jokowi adalah kemenangan dunia penantren dan insan santri. (bed)