Politik

Eduksi Kesadaran Politik Masyarakat, Tiga Lembaga Pemantau Terjunkan Relawan

Selasa, 19 Februari 2019 08:30 wib

...
Komisioner Bawaslu Jawa Timur menyerahkan sertifikat kepada Ketua PIR Jatim Anas, di hotel Swiss Berllin Surabaya, Rabu, 13 Februari 2019 (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Ketua Pusat Informasi Rakyat (PIR) Jawa Timur telah menyiapkan para relawan untuk terjun memberikan pendidikan politik kepada masyarakat serta terlibat aktif mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019.

“Masih banyak masyarakat memandang sinis terhadap politik, ini yang harus kita pahamkan,” ujar Ketua PIR Jatim, Anas, di Surabaya, Selasa, 19 Februari 2019.

Baca juga: Awasi Pilkada Serentak, Bawaslu Jatim Libatkan Ribuan Santri

Menurut Anas, berpolitik bukan berarti harus ikut aktif partai politik, melainkan juga bisa dengan terlibat mengawal proses demokrasi. Sebab, kata Anas, salah satu indikator berkembangnya sistem demokrasi adalah adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam berpolitik.

“Pemilu itu gawenya rakyat, untuk memilih siapa yang pantas menjadi pemimpin atau wakil-wakil rakyat. Kalau yang punya gawe nggak peduli, ya jangan salahkan mereka, jika kebijakan-kebijakan politik tidak sesuai keinginan rakyat. Itulah pentingnya partisipasi,” imbuhnya.

Baca juga: Awasi Pilkada Serentak, Bawaslu Jabar Libatkan Pesantren

Anas menambahkan, bila masyarakat acuh terhadap politik, itu pertanda degradasi demokrasi. Karena itu, pendidikan politik kepada masyarakat cukup penting. “Dan ini bukan hanya menjadi tanggungjawab partai politik dan penyelenggara Pemilu, masyarakat juga harus berperan,” tegasnya.

Bersama Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jatim dan Forum Masyarakat Peduli Jatim, PIR adalah lembaga pemantau pemilu dari unsur masyarakat di Jawa Timur yang sudah terakreditasi oleh Bawaslu RI.

Baca juga: Partisipasi Santri Efektif Cegah Politik Uang

Ketiga lembaga tersebut secara telah diresmikan oleh Aang Khunaifi, Koordiator Pengawasan Bawaslu Jatim, di hotel Swiss Berllin Surabaya, Rabu, 13 Februari 2019, pekan lalu.

Adanya lembaga pemantau pemilu ini sebagai bentuk amanat Perbawaslu No 4 Th 2018 dengan harapan, agar masyarakat berperan aktif dalam mengawal proses pemilu melalui pemantauan.

“Kami berharap, hadirnya lembaga-lembaga pemantau ini bisa mengedukasi masyakarat dan mengajak berperan aktif dalam pemantauan pemilu 2019,” Aang Khunaifi. (shir/onk)