Politik

Astaghfirullah! Neno Warisman Anggap Jokowi dan KH Maruf Amin Kelompok Kafir

Sabtu, 23 Februari 2019 13:30 wib

...
Neno Warisman (santrinew.com/istimewa)

Jakarta – Doa atau puisi Neno Warisman yang dibacakan di acara Malam Munajat 212, di Monas, Jakarta Pusat, menuai kontroversi. Doa Neno itu sama saja menempatkan posisi Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai kelompok kafir.

Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin menyatakan puisi Neno tersebut sama seperti potongan doa yang digunakan Nabi Muhammad ketika Perang Badar melawan pasukan Quraisy di Mekkah.

Menurut Kiai Ma’ruf, Perang Badar merupakan pertempuran antara pasukan Islam yang dipimpin Nabi Muhammad melawan pasukan kelompok kafir Quraisy.

“Bahkan ada yang berdoa menggunakan doa nabi ketika Perang Badar, kalau Perang Badar yaitu (pertempuran) antara Islam dan kafir,” kata Kiai Ma’ruf saat ditemui di Mall Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 23 Februari 2019.

Baca juga: FPI Jatim Desak Pemerintah Segera Bubarkan FPI

Potongan puisi doa yang dibacakan Neno pada Kamis malam, 21 Februari 2019, yang kontroversial adalah:

“…kami mohon jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak, cucu kami dan jangan, jangan kau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika engkau tidak menangkan kami, (kami) khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu.”

Kiai Ma’ruf menilai Neno salah menempatkan doa Nabi Muhammad dalam puisinya itu. Sebab, Indonesia saat ini tak dalam kondisi Perang Badar, melainkan hanya menggelar ajang Pilpres.

“Pertama, kok pilpres kaya perang badar, perang badar itu kan perang habis-habisan, mati-matian, hidup mati, kita kan milih pemimpin mana yang kita sukai,” kata dia.

Baca juga: Sambangi PBNU, Presiden Jokowi: NU Penyangga Utama NKRI

Kiai Ma’ruf menyayangkan puisi yang dibacakan Neno tersebut. Ia menilai puisi itu sama saja menempatkan posisi Joko Widodo dan dirinya sebagai pihak kelompok kafir dalam kontestasi politik Pilpres 2019 kali ini.

“Kedua menempatkan posisi yang lain sebagai seorang kafir, maka sama saja menganggap pak Jokowi dan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tak tepat. Sayang lah,” kata mantan Rais Aam PBNU ini.

Menurut Kiai Ma’ruf, saat ini Indonesia hanya menggelar Pemilu untuk memilih pemimpin. Dia menyarankan agar Pemilu kali ini tak dijadikan sebagai ajang provokasi dan bermusuhan antara masyarakat satu sama lainnya.

Ketua PBNU Robikin Emhas menegaskan, sengaja atau tidak sengaja Neno mencoba membawa orang pada peristiwa Perang Badar pada sejarah awal perkembangan Islam. Saat itu pasukan muslim yang berjumlah 319 orang berhadapan dengan musuh yang berusaha mengenyahkan kaum muslimin yang berjumlah tiga kali lipat.

Baca juga: PBNU Beberkan 20 Pesantren Penyebar Paham Radikalisme

Robikin mengatakan, capres-cawapres peserta Pilpres 2019, Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga, seluruhnya beragama Islam. “Lalu atas dasar apa kekhawatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?” kata Robikin. (us/onk)