KPK Vs Polri

Apel Keprihatinan, Ansor Kediri: KPK-Polri Segera Berdamai

Banser Kediri apel keprihatinan di halaman Kantor PCNU Kabupaten Kediri (santrinews.com/dok)

Kediri – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri, Jawa Timur meminta KPK dan Polri untuk segera mengakhir perseteruan. Pasalnya, konflik kedua lembaga penegak hukum tersebut justru bisa dimanfaatkan oleh para koruptor untuk mengeruk uang Negara.

Bertempat di halaman kantor PCNU Kabupaten Kediri di Jalan Imam Bonjol Kota Kediri, Sabtu, 24 Januari 2015, lebih dari 200 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengikuti apel bersama. Apel keprihatinan atas konflik terbuka antara KPK dan Polri.

Dalam apel tersebut, Banser memberikan pernyataan sikap tegas. Pernyataan sikap dibacakan langsung oleh Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri, Munasir Huda.

“Kami minta supaya KPK dan Polri harus kuat. KPK dan Polri harus berdamai. Karena disaat konflik seperti ini, justru dimanfaatkan oleh para koruptor untuk mengeruk uang Negara,” kata Munasir Huda, di hadapan perwakilan 26 anak cabang Ansor se-Kabupaten Kediri.

Menurut Munasir, kedua institusi penegak hukum itu tak seharusnya berhadap-hadapan karena memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Dalam penilaian Ansor, institusi KPK maupun Polri sama-sama bersih dan tak ada persoalan sama sekali. Karena itu, keduanya harus diselamatkan dari kepentingan politik yang mengooptasi upaya penegakan hukum di Indonesia.

“Sikap kami (GP Ansor) tegas, ‘Save KPK, Save Polri’. Kedua lembaga penegak hukum itu harus tetap dan terus didukung dalam memberantas korupsi di bumi Indonesia,” kata Munasir.

Silang perseteruan kedua lembaga itu bermula dari penetapan tersangka calon tunggal Kapolri Budi Gunawan oleh KPK. Berselang satu minggu lebih kemudian, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Mabes Polri.

Munasir menilai, peristiwa itu tak bisa ditimpakan kepada institusi. Karena itu, masyarakat tak bisa memvonis KPK atau Polri sebagai pihak yang benar atau salah. Masyarakat juga diharapkan untuk tidak lagi membenturkan KPK dengan Polri atau sebaliknya. “Sudahilah membenturkan KPK dengan Polri,” ajaknya.

Ansor Kediri, menurut Munasir, tidak ingin berlarut dengan aksi dukung mendukung KPK hanya dalam satu sisi atas penangkapan Bambang Widjojanto. Namun, Ansor Kediri juga mendukung Polri sebagai lembaga penegak hukum untuk turut andil dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Munasir berharap konflik ini tidak segera diakhiri dan tidak dibesar-besarkan. Sebab dikhawatirkan justru akan melemahkan KPK dan Polri sendiri. Menurutnya, masing-masing lembaga memiliki kekuatan dan kelompok pendukung di masyarakat.

“Situasi ini akan sangat rentan dimanfaatkan para koruptor. Kami mengutuk keras kepada para koruptor yang telah menskenario perseteruan antara kedua institusi ini,” tandasnya.

Apel pasukan Banser diakhiri dengan pernyataan pribadi dari masing-masing anggota Banser melalui kertas quisioner. Mereka diminta berpendapat mengenai konflik KPK dan Polri serta radikalisme yang mengatasnamakan agama. (hay)

Terkait

Daerah Lainnya

SantriNews Network