Sunni dan Syiah di Sampang Sebenarnya Tak Ada Masalah

Sampang – Selama ini hubungan antara warga Sunni dan Syiah di kampung Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, sebenarnya tidak ada masalah. Sejak awal, warga Karang Gayam tidak mempermasalahkan kehadiran pesantren milik warga Syiah yang dipimpin Tajul Muluk.

Hal itu diungkapkan Sadili, salah seorang warga Karang Gayam yang berdomisili sekitar 50 meter dari pesantren Syiah di bawah pimpinan Tajul Muluk itu. Ia mengaku, sejak dulu keluarganya adalah penganut Sunni, tetapi sama sekali tidak membenci Tajul dan para pengikutnya.

Pria yang akrab disapa Dili itu menyampaikan, dalam bermasyarakat, yang terpenting adalah etika dan prilaku. Kalau soal pemahaman keagamaan, menjadi tanggungjawab individu manusia di akhirat kelak.

Menurutnya, banyak warga yang mempunyai pemahaman Ahlussunah wal Jamaah tetap rukun dan berhubungan baik dengan kelompok Tajul.

“Kalau soal Sunni-Syiah, warga tidak mempermasalahkan. Karena soal kebenaran ajaran agama, hanya ketika di akhirat diketahui apakah yang dipegangnya benar atau tidak,” tutur Dili.

Ia menegaskan, rasa dengki dan benci tidak sebaiknya ditumpahkan dalam persoalan pemahaman keagamaan. “Islam itu tidak memperbolehkan rasa dengki dan benci. Jangankan dengan sesama muslim, dengan yang berbeda agama tidak boleh,” tuturnya.

Ia pun menepis anggapan Alquran yang dimiliki Tajul beserta kelompoknya berbeda dengan Alquran yang digunakan Ahlusunnah Wal Jamaah.

“Tidak ada perbedaan, Alquran yang tidak ikut terbakar, kami ambil, kami taruh di langgar (mushala), dan kami gunakan. Tidak ada yang berbeda. Banyak fitnah yang ditambahkan soal warga Syiah sini,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi pembakaran pesantren dan rumah milik warga Syiah pada Agustus 2012 lalu dilakukan oleh warga yang bukan dari kampung Karang Gayam dan Blu’uran.

Pelaku pembakaran, menurut Dili, berasal dari daerah lain, yang sebenarnya tidak tahu kampung tersebut. “Itu sudah ada yang mengarahkan, rumah mana saja yang dibakar,” ujarnya. (ahay/saif)

Terkait

Daerah Lainnya

SantriNews Network