Ali Masykur Musa Ziarah ke Makam Gus Dur

Ketua Umum PP ISNU H Ali Masykur Musa (dua dari kanan) menggelar doa dan istighasah di Makam KH Abdurrahman Wahid, di komplek Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (dok/santrinews.com)

Jombang – Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) H Ali Masykur Musa, Jumat, 6 Desember 2013 melakukan ziarah ke makam mantan Ketua Umum PBNU, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Di pemakaman itu, juga terdapat makam pendiri NU Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asyari, dan KH A Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) serta para kiai dari keluarga besar Pesantren Tebuireng.

Ali Masykur menegaskan bahwa saat ini Indonesia kehilangan empat pilar peninggalan Gus Dur. “Perjuangan beliau harus diteruskan,” ujarnya.

Empat pilar tersebut, kata dia, adalah demokrasi, mendekatkan kebudayaan, toleransi, dan pluralisme. Menurutnya, Gus Dur sangat tegas dalam memperjuangkan demokrasi di negeri ini. Tidak ada satupun, yang tidak boleh mendapatkan akses untuk kehidupan lebih baik.

“Empat ini yang sekarang hilang di negeri ini. Untuk itu, kami ziarah, ingin mengambil sari pati dan berusaha untuk meneruskan perjuangan beliau di negeri ini,” tandasnya.

Selain itu, seperti dilansir laman Antara, Gus Dur juga menggunakan pendekatan secara kebudayaan sebagai upaya “amar ma’ruf nahi munkar”. Pendekatan itu dilakukan, karena Gus Dur sendiri memang tidak menyukai kekerasan dan menyukai kebudayaan. (onk/ahay)

Terkait

Nasional Lainnya

SantriNews Network