IPNU Desak Tarik Buku Ajar ‘NU Organisasi Radikal’

Ketua Umum IPNU, Aswandi (santrinews.com/ist)
Jakarta – Buku ajar siswa kelas V SD/MI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik. Pasalnya, buku tematik berjudul Peristiwa dalam Kehidupan itu menyebut Nahdlatul Ulama sebagai organisasi radikal.
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) pun angkat suara. IPNU menilai penyebaran buku tersebut dapat berpotensi menanamkan pandangan negatif terhadap NU sebagai organisasi yang konsisten dalam menjunjung moderatisme.
“Pemberian label radikal pada gerakan NU di buku itu dikhawartirkan akan memunculkan ambiguitas dan ketidakpercayaan pelajar kepada NU,” kata Ketua Umum IPNU, Aswandi, di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.
Baca: Buku Berisi Faham Radikal ISIS Beredar di SMA di Jombang
Oleh karena itu, IPNU meminta Kemendikbud menarik persebaran buku tersebut karena potensi negatif yang bisa muncul. Sebab, istilah radikal ini menimbulkan banyak interpretasi.
Makna kata radikal, kata Aswandi, mulai bergeser semenjak terorisme sebagai bentuk radikalisme menjadi peyoratif (merendahkan). Padahal, lanjutnya, kata tersebut mulanya bersifat positif.
Aswandi menjelaskan, arti radikal pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) setidaknya punya tiga arti, yakni secara mendasar, amat keras menuntut perubahan, dan maju dalam berpikir dan bertindak.
IPNU juga meminta agar Kemendikbud dapat mengkaji atau menguji lebih dulu isi buku tersebut. Hal itu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman bagi siswa. (rus/onk)