Buntut Siaran Muktamar Khilafah

KPI Nilai TVRI Alami Disorientasi Kebangsaan

Idy Muzayyad (kanan) dalam suatu acara (Dok/Santrinews.com)

JakartaTVRI yang menayangkan siaran tunda acara Muktamar Khilafah 2013 Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), pada Kamis, 6 Juni 2013 lalu, berbuntut panjang. Senin, 10 Juni 2013, pekan depan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bakal memanggil TVRI.

Komisioner KPI Idy Muzayyad menilai, sebagai lembaga penyiaran publik TVRI telah mengalami disorientasi kebangsaan. Sebab, kata Idy, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis lalu, HTI jelas-jelas mempermasalahkan ideologi negara, nasionalisme, dan menolak demokrasi.

“Ini sangat fatal, apalagi dilakukan oleh TVRI yang notabene merupakan TV milik negara,” kata mantan ketua umum PP IPNU ini, melalui telpon selulernya, Jumat, 7 Juni 2013.

Ia menegaskan, dalam UU Penyiaran disebutkan, penyiaran diarahkan untuk meneguhkan nilai-nilai Pancasila, menjunjung tinggi demokrasi, dan memperkukuh integrasi nasional.

“Isi siaran TVRI itu malah berisi sebaliknya. Ini visi kebangsaan TVRI kok bisa amburadul sampai begitu. Bisa dibilang kacau,” katanya.

Menurut Idy, bila berhubungan dengan ideologi negara, lembaga penyiaran harus menunjukkan keberpihakannya secara jelas dan tegas. “ TVRI dalam hal ini malah ada indikasi ketidakjelasan dalam menunjukkan keberpihakan itu,” tandasnya.

Yang terjadi, lanjut dia, TVRI justru memberikan ruang dan kesempatan yang luas kepada pihak-pihak yang mempermasalahkan nasionalisme, kebinekaan Indonesia, dan semangat kebangsaan lain.
Ia mempertanyakan mengapa siaran itu bisa terjadi. “Saya tidak bisa memahami motif TVRI menyiarkan acara HTI itu,” katanya kesal.

Ia meminta masyarakat sebagai warga negara untuk ikut melakukan penelusuran.” KPI akan melakukan itu mewakili aspirasi publik. Senin depan (TVRI) kita panggil,” tuturnya.

Pemanggilan itu, kata Idy, bertujuan untuk meminta klarifikasi kepada pihak TVRI, dan bila perlu akan diberikan sanksi sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku. “Jangan-jangan ini ada yang tidak beres,” pungkasnya. (ahay/saif).

Terkait

Nasional Lainnya

SantriNews Network