Buku

Mendialogkan Ketimpangan Sosial secara Ilmiah

Selasa, 29 April 2014 15:56 wib

...

Judul : Sentilan Kosmopolitan
Penulis : Mujiburrahman
Tebal : 228 hlm
Penerbit : D-Medika
Terbitan : Oktober 2013
ISBN : 978-602-255-288-8
Peresensi : Zaitur Rahem

KETIMPANGAN sosial dewasa ini terus menjadi-jadi. Relasi sosian mengalami kekaburan dengan penyebab serba warna-warni. Salah satu penyebabnya adalah kerendahan hati umat manusia untuk menilai dan mengkaji persoalan dengan arif dan bijaksana. Penilaian terkontaminasi oleh paradigma pragamatis. Sejumlah pihak tidak lagi mau memfungsikan naluri. Sehingga, analisa yang dilakukan sebatas retorika, pelepasan kognisi tanpa diimbangi dengan sikap harmonis dengan mozaik keberadaban dan etika tinggi. Banyak kekurangan dan kelabilan disebabkan kegeniusan. Sangat memungkinkan, pada babakan selanjutnya kesalahan-kesalahan serupa akan menghiasi perubahan zaman dalam setiap generasi di dunia ini.

Salah satu kesalahan-kesalahan yang dihasilkan dari setiap generasi berupa produk semua unsur dalam kehidupan ini. Mulai unsur manusiawi, material dan bahkan prosedur fomal. Produk-produk zaman mutaakhir semakin tidak menjanjikan. Hal itu karena disebabkan oleh sejumlah ketimpangan yang terjadi, mengiringi dan melekat terhadap sejumlah produk zaman era modern ini. Sayangnya, ketimpangan yang terjadi selama ini dianggap hal yang lumrah. Biasa-biasa saja. Sehingga, ketimpangn-ketimpangan yang terjadi tersebut meruah dan menjadi problem besar yang menenggelamkan sejumput kemajuan dan masa depan di negeri ini.

Sebuah retorika zaman modern ini terbaca gamblang oleh Mujiburrahman dalam buku ini. Pemikiran ilmuwan muda ini membuka ruang berpikir semua generasi era hari ini lebih tercerahkan. Ada sisi prospektif positif dan negatif yang musti terus dikaji sepanjang manusia mengepakkan sayap peradabannya. Mulai dari sisi rutinitas kehidupan yang sifatnya domistik, material, moralitas, sosial dan teologis. Semua lini dalam perangkat peradaban manusia ini menjadi bahan pertimbangan untuk bisa mengimbangi peran produk-produk zaman mutaakhir yang berbasis tekhnologi canggih.

Manusia indonesia diharapkan bisa mengambil hikmah, bukan terjebak terhadap ruang pragmatis semata. Sebab, ruang pragmatis akan menjauhkan idealisasi kebangsaan dari harapan semula; menciptakan kehidupan bangsa adil, makmur, bermoral, berkemanusiaan dan bekeadilan sosial yang maksimal. Era moden dengan perangkat kemajuan tekhnologi sedikit demi sedikit menenggelamkan masyarakat pribumi sebaga insan paripurna. Terbukti, ketimpangan sosial makin menjadi-jadi. Bhkan, dalam kurun waktu terakhir ini sejumlah tindakan tidak manusiawi dilakukan sejumlah oknum yang notabene masih penduduk di negeri ini sendiri. Sebuah petaka kebangsaan yang mengancam keutuhan pertiwi. Sehingga dibutuhkan satu gerakan kongkrit untuk menyelematkan bahtera keutuhan bangsa ini. Setidaknya gerakan ini bisa dilakukan dengan memperbaiki sejumlah tiang penyanggah yang dibutuhkan oleh negeri ini.

Sorotan tajam dalam buku ini bisa terbaca dengan ringan dan mudah. Penulis mencoba mengklasifikan pemikiran menjadi enam butir. Mulai dari pembacaan terhadap persoalan pendidikan, agama dan budaya, bisnis atau pasar, persoalan tindak pidana korupsi, ritual sosial, dan masalah kemanusiaan. Kritik lewat tulisan-tulisan singkat di dalam buku ini sungguh mencerahkan. Ada ruang berpikir dan mencerna lebih mendalam. Membaca buku ini pembaca sejatinya diajak berdiskusi tentang masa depan bangsa, tentang suasana berkehdiupan yang lebih layak dan untuk kepentingan bersama. Yang terpenting, ulasan dalam buku ini teramu dengan ringan. Sehingga, membaca setiap ulasan dalam karya setebal 228 halaman ini bisa dengan sistem santai. Membaca sambil merenungi kebenaran dari sebuah analisis sosial yang dilatari oleh rasa penasaran dan memiliki.

Buku ini adalah kumpulan esai Mujibuurahman yang sudah pernah diterbitkan di media banjarmasin Post dalam rentang waktu 2010, 2011 dan 2012. Esai-esai ini menjadi sangat penting utuk dibaca karena memiliki sisi kritik tajam dan sepertinya dibutuhkan sepanjang zaman ini. Karya yang up to date dan bisa menjadi referensi baku dalam melihat persoalan dewasa ini. Selamat membaca!

Zaitur Rahem, dosen pada Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman An-nuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Madura.