Daerah

12.373 Guru Ngaji di Banyuwangi Peroleh Insentif, Total Rp8,7 Miliar

Minggu, 09 Mei 2021 22:30 wib

...
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas menyerahkan secara simbolis insentif guru ngaji di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Ahad, 9 Mei 2021 (santrinews.com/istimewa)

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menyalurkan insentif kepada sebanyak 12.373 orang guru ngaji yang tersebar di 25 kecamatan dengan total anggaran Rp8,7 miliar.

Dari 12.373 orang guru ngaji itu, masing-masing mendapatkan bantuan khusus atau insentif dari pemerintah daerah setempat sebesar Rp700.000 per orang per tahun.

“Dedikasi guru ngaji selama ini sangat luar biasa. Di TPQ, di kampung-kampung, beliau-beliau mendidik anak-anak mulai usia pra-sekolah. Bukan hanya tentang cara mengaji, tapi juga soal karakter,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas usai menyerahkan insentif secara simbolis di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Ahad, 9 Mei 2021.

Menurut dia, Pemkab Banyuwangi terus menyalurkan insentif bagi guru ngaji setiap tahunnya sebagai bentuk terima kasih atas peran guru ngaji dalam dunia pendidikan. Selain memberi pendidikan agama, guru ngaji berperan penting membentuk karakter anak.

“Tentu berapa pun besar insentif yang diberikan tidak akan sebanding dengan jasa bapak/ibu guru ngaji. Kami mohon maaf, semoga ke depan ada kenaikan kemampuan fiskal daerah sehingga bisa meningkatkan nilai insentif,” kata Ipuk.

Ipuk berpesan dan meminta tolong kepada guru ngaji untuk menanamkan dua hal kepada anak didiknya. Pertama, mengajak anak didiknya untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, juga mengingatkan protokol kesehatan kepada warga di sekitarnya.

“Sekarang sedang pandemi Covid-19, ini bisa menjadi momentum untuk membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya gaya hidup sehat. Kami minta tolong bapak/ibu guru ngaji bisa ikut menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

Bupati IPuk meminta guru ngaji menanamkan pemahaman agama yang ramah dan menebar manfaat.

“Karakter moderat, toleran, menghargai perbedaan, bisa disampaikan di sela-sela pembelajaran mengaji. Kami minta tolong ini agar ke depan Banyuwangi semakin dipenuhi generasi muda yang punya pemahaman inklusif,” tandasnya

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, HM Lukman menjelaskan bahwa pencairan insentif guru ngaji tahun ini sudah dilakukan secara non-tunai. Setiap penerima mendapatkan nomor virtual account dari Bank Jatim.

“Bagi yang ingin mencairkannya ke bank, cukup menunjukkan KTP dan nomor virtual account tersebut. Bagi yang rumahnya jauh dari bank tidak perlu khawatir, karena Bank Jatim menjadwalkan mobil kelilingnya, sehingga mudah dijangkau para guru ngaji di desa-desa,” pungkasnya. (ant/red)