Daerah

PMII Jatim Ajak Pemuda Ikut Kampanyekan Islam Nusantara

Senin, 22 Juni 2015 00:02 wib

Surabaya – Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur Muhammad Junaidi mengajak para aktivis untuk proaktif ikut mengkampenyekan Islam Nusantara, Islam damai yang menghargai kemajemukan.

“Kasus kekerasan berlatarbelakang agama, suku, dan etnis merupakan sebuah tantangan terbesar dalam pengelolaan keberagaman yang selama ini menjadi identitas Bangsa Indonesia,” kata Junaidi, memberi kata sambutan pada acara Dialog Kebangsaan, di aula PWNU Jatim, Jalan Al Akbar Timur 9 Surabaya, Sabtu, 20 Juni 2015.

Islam Nusantara yang menghargai budaya lokal sangat mendesak dikampanyekan di tengah maraknya kekerasan berlatarbelakang agama. “Islam Nusantra bisa menjadi perekat perbedaan, tidak seperti Islam di Timur Tengah,” tegasnya.

PMII Jatim menggagas dialog bertajuk “Merangkai Kerukunan di Tengah Keberagaman” ini sebagai bagian berkontribusi terhadap bangsa dan negara dalam merangkai kerukunan di tengah kemajemukan yang ada di Jawa Timur.

Menurut pria asal Ponorogo ini, Jawa Timur merupakan provinsi yang cukup kaya akan perbedaan. Sejauh ini, perbedaan dan kemajemukan itu mampu dikelola dan dirawat menjadi sebuah kekuatan yang sangat luar biasa ditengah ancaman disintegrasi bangsa akhir-akhir ini.

Pada kesempatan itu, kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Boedi Soepratikno, Sekretaris Umum KNPI Jawa Timur, Drs. H. Muslich Hasyim, dan Dr. Hanna Amalia handayani ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih Surabaya, hadir sebagai narasunber dialog kebangsaan tersebut.

Dialog yang dihadiri sekitar 150 kader PMII se-Jatim itu mengikrarkan kembali sumpah pemuda untuk merefleksikan perjuangan para pendiri bangsa dalam menyatukan para pemuda lintas agama dan suku.

Hadir sebagai pembicara, diantaranya, Boedi Soepratikno (Bakesbangpol Jatim), dan Muslich (aktivis pemuda).

Dalam kesempatan itu, Boedi Soepratikno menjabarkan beberapa program Bakesbangpol Provinsi Jatim dalam menjaga kesatuan dan kerukunan di Jawa Timur serta menjaga keutuhan NKRI.

“Perjuangan Islam Nusantara yang dipelopori PMII sebagai salah satu bagian dari NU adalah untuk melanjutkan perjuangan KH Hasyim Asya’ri dalam menjaga kerukunan keberagaman di Indonesia,” kata Muslich. (hero/ahay)