Daerah

YAQIN” Kenalkan Metode WAFA Hafalkan Al Quran

Minggu, 19 Juni 2016 17:43 wib

...
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (belakang, dua kiri), saat menghadiri kegiatan "Indonesia Cinta Al Quran" yang digelar Yayasan Syafa'atul Quran Indonesia (YAQIN), di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Ahad, 19 Juni 2016 (santrinews.com/ist)

Surabaya – Yayasan Syafa’atul Quran Indonesia (YAQIN) mengenalkan metode otak kanan atau disebut WAFA kepada para santri untuk menghafal Al Quran, bukan dengan otak kiri seperti yang selama ini dipelajari.

“Dengan otak kanan, kecepatan belajar lebih bisa dioptimalkan. Pemahaman dan hafalan juga lebih mudah menjaganya. Metode ini menyentuh sisi imajinasi. Sehingga memanfaatkan kekuatan cerita, kreatifitas, hingga lagu,” kata Ketua YAQIN, Mohammad Yamin, usai kegiatan “Indonesia Cinta Al Quran” di ruang Ash Shofa kompleks Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Ahad, 19 Juni 2016.

Acara yang dibuka oleh WaKil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, itu dihadiri sebanyak 1.350 orang dari sejumlah daerah di Jatim, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Tampil memberi taushiyah Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jatim KH Muhammad Shaleh Drehem, Pakar Quantum Tahfidz KH Mudawi Ma’arif, dan Master Trainer Nasional Quantum Tarjamah Ust Ahmad Faiz Khudlori Toha.

Metode WAFA, kata Yamin, Sejak didirikan pada 2012 hingga sekarang sudah dimanfaatkan oleh 41.064 santri di 20 propinsi, 77 kabupaten-kota. Bahkan juga digunakan di Singapura dan Belanda.

“Harapannya pada 2017, metode yang sama bisa dimanfaatkan oleh 200 ribu santri, baik dari dalam maupun luar negeri,” kata pria yang juga Direktur WAFA tersebut.

Menurut dia, dengan otak kanan maka kecepatan belajar lebih bisa dioptimalkan, dan pemahaman serta hafalan juga lebih mudah menjaganya karena metode ini menyentuh sisi imajinasi.

“Otak kanan akan mempercepat penyerapan informasi baru dan menghasilkan ingatan jangka panjang,” ujarnya.

Pembelajaran yang dilakukan secara integral, lanjut dia, mencakup sejumlah kompetensi, yaitu Tilawah (membaca Al Quran dengan baik dan benar), menulis Arab dengan baik, tahfidz (menghafal dua Juz untuk tingkat SD), dan membaca Al Quran dengan “lagu hijaz” syahdu. (ahay)