Daerah

Peringati Hari Santri, UNWAHAS Bedah Buku Kiai Sholeh Darat

Rabu, 19 Oktober 2016 20:16 wib

...

Semarang – Buku baru berjudul “KH Sholeh Darat Al Samarani, Maha Guru Ulama Nusantara” karya Amirul Ulum dibedah oleh peneliti Balai Litbang Agama Kemenag Semarang Dr Samidi Khalim MSI di Kampus Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang, Rabu, 19 Oktober 2016.

Bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan hari santri PCNU Kota Semarang yang bekerjasama dengan PKPI2 Unwahas. “Kami ikut berbangga hati, kampus Unwahas dijadikan tuan rumah bedah buku Mbah Sholeh Darat. Semoga ada berkah untuk kampus,” tegas Rektor Dr H Mudzakir Ali MA.

UNWAHAS berdiri tahun 1999 dengan wasilah makam mbah Sholeh selama 40 hari sesuai nasehat KH Abdurrahman Wahid”, tambah H Mudzakir.

Mbah Sholeh merupakan ulama lintas aliran yang melahirkan murid-murid yang menjadi tokoh agama dan berjiwa nasionalis.

“Buku ini adalah hadiah hari santri dan sekaligus menguatkan posisi Mbah Sholeh Darat sebagai ulama internasional” kata penulis buku, Amirul Ulum.

Banyak ajaran-ajaran Mbah Sholeh Darat yang hingga sekarang dijalani masyarakat. Kitab-kitab yang dikaryakannya juga masih dijadikan rujukan di Pondok Pesantren dan madrasah. “Ini menunjukkan bahwa berkah Mbah Sholeh Darat sangat abadi dan masih bisa dinikmati,” kata Ulum.

Banyak murid-murid Mbah Sholeh yang menjadi tokoh nasional, lanjutnya, semacam RA Kartini, Mbah Hasyim dan Mbah Ahmad Dahlan.

“Buku karya Mas Ulum ini patut menjadi rujukan kajian biografi ulama Nusantara,” kata Samidi.

Masih banyak orang yang belum mengenal biografi Mbah Sholeh Darat. Sehingga kehadiran buku ini mampu melengkapi karya-karya sebelumnya yang membahas Mbah Sholeh dari berbagai sudut keilmuan.

Keluarga besar Mbah Sholeh Darat menyambut baik hadirnya buku baru ini.

“Semakin banyak orang yang mengkaji Mbah Sholeh menandakan ilmu beliau masih membekas untuk umat,” kata Agus Taufiq, buyut Mbah Sholeh Darat.

Di sisi lain, dzuriyah Mbah Sholeh Darat berharap kepada PCNU Kota Semarang menjadi penggerak ajaran Mbah Sholeh Darat.

“Kita harap ke depan, PCNU Kota Semarang mampu menjadi garda depan penyebar ajaran Mbah Sholeh Darat” tegas Agus Tiyanto yang juga dzuriyah Mbah Sholeh. (zulfa/onk)