Daerah

Jelang Muswil, Kandidat Ketua IKA PMII Jatim Bermunculan

Senin, 24 Oktober 2016 19:20 wib

...
Ketua PW IKA PMII Jawa Timur, H A Mujahid Anshori (santrinews.com/mahrus)

Surabaya – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Jawa Timur bakal menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I. Sesuai jadwal, akan dilaksanakan pada 10-11 Desember 2016 mendatang, di Hotel Singgasana Surabaya.

Salah satu agenda Muswil adalah laporan pertanggung jawaban PW IKA PMII Jatim periode sekarang, dan pemilihan ketua baru untuk menggantikan posisi H A Mujahid Anshori.

Sejumlah nama kandidat ketua IKA PMII Jatim periode 2016-2021 pun sudah mulai bermunculan. Mereka adalah alumni yang dinilai mumpuni dan kini aktif di berbagai profesi; politisi, akademisi, dan wiraswasta.

“Soal kandidat alhamdulillah banyak. Mereka semua baik dan mumpuni untuk menggantikan saya,” kata Mujahid Anshori, di sela dialog kepemimpinan, di Rumah Makan Agis, Jalan A. Yani, Surabaya, Senin, 24 Oktober 2016.

Beberapa nama yang dinilai potensial tersebut, menurut Mujahid, diantaranya Amin Said Husni (Bupati Bondowoso), Andry Dewanto Ahmad (Mantan Ketua KPU Jatim/Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim), A Yoyok Zakariya (Sekretaris PW IKA PMII Jatim), Thoriqul Haq (Ketua IKA PMII Surabaya/Sekretaris DPW PKB Jatim), Anwar Sadad (Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim), Abdul Choliq (Dosen UIN Sunan Ampel), Badrut Tamam (Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim), dan Muchith Effendi (Wiraswasta).

Beberapa nama lain yang juga potensial memperebutkan posisi ketua IKA PMII Jatim periode mendatang adalah A Nur Aminuddin (Mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim/Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jatim), Fairouz Huda (Mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim/Staf Wantimpres), dan Syukron Dossi (Mantan Ketua Umum Cabang “Perjuangan” Surabaya).

“Alhamdulillah ini dinamikanya bagus, yang membuat saya cukup bangga. Semua berpotensi,” tegas mantan anggota DPRD Jatim ini.

Pada dialog bertema “Ikhtiar Menata Jawa Timur Lebih Sejahtera” itu hadir sebagai pembicara Mantan Ketua Umum PBNU KH A Hasyim dan Sejarawan NU H Choirul Anam. Acara dialog itu merupakan salah satu rangkaian Muswil. (rus/hay)