Daerah

Ketua IPNU Pertama Banyuwangi KH KGS Abdul Aziz Meninggal Dunia

...

BanyuwangiInnalillahi wa inna ilaihi raji’iun. Telah pulang keharibaan Allah SWT, KH KGS Abdul Aziz (1933-2019), putra terakhir dari Kiai Saleh Syamsuddin Lateng.

Ia wafat pada Senin, 22 Juli 2019, sekitar pukul 02.30 dini hari. Beliau disemayamkan di rumah duka, Jalan Enggano, No. 19 Lateng, Banyuwangi.

Kiai Saleh Lateng adalah salah satu kiai yang turut dalam pendirian NU pada 31 Januari 1926. Pada tahun 1934, digelar Muktamar IX NU di pondok pesantren Kiai Saleh, yang menjadi tempat cikal bakal lahirnya GP Ansor.

Abdul Aziz mewarisi DNA ayahandanya. Sejak muda ia telah mengabdi di NU. Ia Ketua PC IPNU Banyuwangi. Pada Kongres III IPNU, di Cirebon, tahun 1958, ia hadir mewakili Banyuwangi.

Ia juga banyak mengabdi di dunia pendidikan warga Nahdliyin. Menjadi guru di PGA, mengurus LP. Maarif NU Banyuwangi hingga Jawa Timur, mengaktifkan kembali Pergunu usai mendapat pesan khusus Ketua Umum PBNU KH Abdurahman Wahid pasca Muktamar NU di Situbondo (1984), dan banyak lagi lainnya.

Mantan anggota DPRD Jatim ini, juga memiliki sejumlah monumen pengabdiaan. Seperti halnya SMK Gadjah Mada di bawah naungan LP Ma’arif Banyuwangi dan Lembaga Pendidikan Islam atau Islamic Center Banyuwangi yang kini berada di bawah pengelolaan Yayasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi adalah hasil dari perjuangannya.

Pada masa mudanya, Abdul Aziz mengalami kejadian dramatis. Pada saat perjalanan menuju acara PWNU Jatim di Surabaya, ia bersama rombongan PCNU Banyuwangi mengalami kecelakaan tragis di Probolinggo. KGS Abdul Hadi dan KH Abu Darin — keduanya adalah Wakil Ketua PCNU Banyuwangi — beserta seorang sopir meninggal dunia di tempat.

Sementara itu, Abdul Aziz masih selamat. Ia mengalami patah tulang parah. Ia dioperasi hampir satu bulan di RS Patrang, Jember.

Ada belasan plat yang ditempelkan untuk menyangga tulang kakinya. Setelah sembuh, sempat akan dibuka plat yang mendekap tulang kakinya tersebut. Namun, ia menolaknya.

“Biarkan ini menjadi saksi perjuangan saya di NU ketika kelak berada di akhirat,” pesannya.

Jenazah almarhum rencana akan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga di sisi selatan Masjid Lateng, Senin, 22 Juli 2019, sore ini.

Semoga segala jerih payah perjuangannya dicatat sebagai amal shalih oleh Allah SWT. Dan segala dosa dan khilafnya diampuni pula. Al-Fatihah. (*)