Daerah

Wujudkan Generasi Pamekasan Hebat, Bupati Baddrut Ajak Guru Mengajar Penuh Bahagia

Selasa, 17 Desember 2019 08:30 wib

...

Pamekasan – Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam menegaskan model pendidikan masa depan tidak lagi menggunakan prinsip berakit-rakit ke hulu berenang ketepian, tetapi model kerja sukses pendidikan di masa depan harus dimulai dari prinsip bahagia, senang, bekerja ikhlas dan profesional.

Baddrut Tamam menegaskan itu pada saat memberi sambutan pada acara Rapat Akbar dan Silaturrahmi PGRI Pamekasan yang digelar dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 di Taman Lapangan Nagara Bhakti Ronggosukowati, Senin, 16 Desember 2019.

Rapat Akbar dihadiri sekitar 8000 undangan anggota PGRI Pamekasan yang meliputi para guru SD, SLTP hingga SLTA negeri dan swasta se-Pamekasan. Juga hadir ketua PGRI Pamekasan HM. Sahid, para kepala sekolah, dan para pejabat struktural di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kemenag Pamekasan. Juga hadir Sekdakab Pamekasan Totok Hartono dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Ditunjuk PKB Jadi Cabub Pamekasan, Badrut Tamam: Ini Tugas Kemaslahatan

Menurut Baddrut, tidak akan menemukan kesuksesan jika pendidikan dijalankan dengan kondisi yang tidak bahagia atau tidak menyenangkan. Pendidikan harus dijalankan dengan penuh senyum.

Karena itu ia menyarankan agar para guru dan siswa harus mengisi hidupnya dengan penuh syukur, karena dengan syukur akan muncul rasa senang dan kebahagiaan.

“Mari kita ajari anak anak kita bersyukur dan tersenyum, karena dengan itu kehidupan akan bahagia, karena bahagia dilanjutkan dengan kerja yang sungguh-sungguh mendorong bagaimana pendidikan kita terus maju, mengantarkan generasi muda terus bisa bersaing. Untuk menuju itu semua perlu komitmen kita semua. Tidak hanya dari Pemkab, guru, tetapi kerjasama semua pihak mendorong generasi masa depan bisa menjadi baik,” tegasnya.

Untuk mengantarkan generasi cemerlang ke masa depan, kata Baddrut, perlu ada kerja sama yang sinergis antar banyak pihak, guru, orang tua dan masyarakat untuk sama-sama mengantarkan generasi Pamekasan hebat yang berdaya saing.

Baca juga: Gubernur Jatim Minta Presiden Jokowi Akui Pendidikan Pesantren

Terkait dengan pembinaan SDM dan aparat, Pemkab Pamekasan, Baddrut memastikan tidak ada jual beli jabatan apapun. Pemkab akan meletakkan pegawai aparatur di posisi yang profesioanl akuntabel dan mau mengabdi untuk rakyat, karena kunci kerusakan pelayanan apalagi di bidang pendidikan banyak terjadi karerna adanya lemahnya integritas.

“Kepada pengurus dan anggota PGRI saya juga mengajak mari kita kerja profesional. Untuk menjadi kabupaten yang berkemajuan, tidak mungkin kita akan terus menerus ada di kebiasaan lama yang tidak produktif. Jika habitat lama yang tidak profesional terus dipertahankan, tak akan ada perubahan besar,” tegasnya.

Baca juga: Demi Pamekasan Hebat, Bupati Baddrut Tamam Galakkan Shalawat

Menurut mantan ketua FPKB DPRD Jatim ini, guru yang baik adalah mereka yang senantiasa mendidik dan memberikan ketauladanan bagi generasi.

“Jangan bilang pada anak untuk menjaga kebersihan kalau gurunya merokok di depan murid dan buang putung rokok sembarangan. Jangan ajak anak untuk anti ghibah, kalau gurunya sendiri sering ngerumpi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Baddrut Taman didampingi Ketua PGRI dan Sekdakab memberikan santunan terhadap anak yatim serta piagam penghargaan kepada sejumlah murid yang berprestasi. (shir/onk)