Iqtishodiyah

Bank Mandiri Cetak Ribuan Pengusaha Santri

Sabtu, 06 September 2014 10:34 wib

Pontianak – Sebagai salah satu BUMN yang konsen membangun generasi muda untuk mendorong peningkatan perekonomian tanah air, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyelenggarakan workshop kewirausahaan di pesantren. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Wirausaha Muda Mandiri (WMM), di bawah Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) bidang edukasi. Berlangsung di Pesantren Darunna’im Jalan Ampera Kota Pontianak, Kamis 4 September 2014.

Pada tahun 2012 Bank Mandiri telah melaksanakan workshop pesantren di lima kota diikuti oleh lebih dari 3000 santri dari 50 pesantren.

Untuk tahun ini bank terbesar di Indonesia tersebut kembali menggelar workshop bagi pesantren di empat kota yang akan diikuti oleh lebih dari 2.400 santri, untuk mengembangkan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Keempat kota yang akan dikunjungi yaitu Lombok, Brebes, Malang dan Pontianak.

Dalam kegiatan dengan tema “Spirit Memakmurkan Negeri” itu turut hadir Direktur Komersil Bisnis Banking Bank Mandiri, Sunarso, Pimpinan Pesantren Darunna’im, KH M.Sy Ridho, Pengurus NU Pusat, Miftah Faqih, Deputy Bidang SDM Kementerian KUMKM RI, Prakoso Budi serta jajaran Direksi Bank Mandiri serta ratusan santriwan dan santriwati dari beberapa pesantren di Kota Pontianak.

Direktur Komersil Bisnis Banking Bank Mandiri Sunarso, seperti dilansir Pontianakpost, menyatakan, tujuan kegiatan tersebut agar mereka yang dididik di pesantren tidak hanya mutlak belajar tentang keagamaan namun juga dididik untuk berwirausaha.

Bank Mandiri hanya memperkuat untuk menginspirasi dengan mendatangkan motivator yang telah berpengalaman dan sukses di kewirausaaan. “Karena pesantren punya potensi dari human kapitalnya untuk bisa mencetak entrepreneur dan wirausahawan yang lebih baik lagi,” katanya.

Selain workshop Wirausaha Muda Mandiri dalam kesempatan itu, Bank Mandiri juga menyalurkan bantuan CSR, hibah kepada pondok pesantren di wilayah Pontianak senilai total Rp250 juta untuk 10 pesantren. Masing-masing pesantren akan menerima bantuan senilai Rp25 juta yang diperuntukaan bagi pengadaan sarana pendidikan dan pendidikan kewirausahaan.

Untuk pesantren Darunna’im sendiri bantuan yang diberikan senilai Rp50 juta.

Deputy Bidang SDM Kementerian UMKM RI, Prakoso Budi menyambut baik program Bank Mandiri tersebut. “Jika ingin membuka usaha sendiri harus berani jangan menunggu lulus sekolah. Kita sebagai perwakilan pemerintah mempunyai kewajiban mendukung UMKM dan Koperasi. Salah satunya dengan memberikan modal kepada pengusaha pemula. Kita mendukung permodalan awal secara gratis kemudian bank menjadi mitra pendukung untuk kelanjutannya,” tutur Prakoso.

Pimpinan Pesantren Darunna’im, KH. M.Sy Ridho sangat berterima kasih kepada pihak Bank Mandiri  yang mau mendidik santriwan dan santriwati agar memiliki jiwa entrepreneur. Sebab, ia megatakan, menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan.

“Insya Allah jika kalian fokus dengan tujuan berwirausaha, kalian akan berhasil,” tambahnya (ful/onk)