Nasional

Kiai Haji Ahmad Sofyan Situbondo Inspirator Politik Cak Imin

Jum'at, 14 Januari 2022 15:00 wib

...
Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) menghadiri Haul X KH Ahmad Sofyan Miftahul Arifin di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Panji, Situbondo, Kamis, 13 Januari 2022 (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dikenal sebagai keponakan sekaligus murid politik Gus Dur. Namun, ternyata ada sosok lain yang menjadi inspirator Cak Imin dalam berpolitik. Sosok tersebut adalah Alm KH Ahmad Sofyan Miftahul Arifin Situbondo.

Pengakuan itu disampaikan Cak Imin secara terbuka saat menghadiri acara Haul X KH Ahmad Sofyan Miftahul Arifin di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Kamis, 13 Januari 2022.

Cak Imin hadir didamping oleh Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid.

Cak Imin yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR RI mengungkapkan, kehadiran KH Sofyan membawa khasanah keilmuan baru, utamanya saat Kiai Sofyan pulang dari Madinah. Sehingga orang-orang yang bertemu atau silaturahmi dengan kiai Sofyan mendapatkan ilmu baru, termasuk soal bab berpolitik.

“Almarhum Kiai Sofyan selalu memberikan motivasi kepada saya sehingga sampai saat ini saya masih punya semangat berjuang di jalur politik. Beliau lah inspirator politik saya,” kata Cak Imin.

Mantan Ketua Umum PB PMII itu mengingat kembali kenangannya saat bersama Kiai Sofyan. Dimana sosok kiai Sofyan pernah sharing dan memberikan wejangan dalam berpolitik kebangsaan. Masukan dan motivasi yang diberikan tersebut kemudian menjadi motivasi dirinya dalam membesarkan PKB.

“Ranah politik tidak semudah yang kita duga. Namun, berkat doa dan motivasi almarhum Kiai Sofyan, Kiai Kholil dan Kiai Zaki, Alhamdulillah hingga saat ini kami masih kuat berjuang melalui jalur politik,” pungkasnya.

KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin tak hanya kesohor sebagai kiai yang mengasuh pesantren. Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki penguasaan yang dalam terhadap ilmu-ilmu keislaman terutama fikih dan tasawuf. Seluruh hidupnya dicurahkan untuk membangun moral masyarakat dengan berlandas tumpu terutama kepada kitab Ihya’ Ulum al-Din karya Imam al-Ghazali.

Karena itu, ia kerap kali terjun langsung di tengah masyarakat. Ngaji kitab bersama masyarakat dari satu rumah ke rumah yang lainnya. Kehadirannya pun menjadi keberkahan bagi warga Situbondo. (red)