Nasional

Guru Besar Uninus: Konflik Israel-Palestina Banyak Faktor

Rabu, 28 Januari 2015 13:47 wib

...
Korban perang Gaza Palestina dirawat di rumah sakit (santrinews.com/antara)

Bandung – Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Nusantara (Uninus) Nurrahman menyatakan, konflik di Timur Tengah, terutama antara Palestina dan Israel merupakan konflik yang paling sulit diselesaikan di dunia.

“Konflik Israel-Palestina masuk berbagai macam dimensi,” kata Nurrahman saat menjadi pembicara seminar di aula utama Uninus Kota Bandung, Ahad siang, 25 Januari 2015.

Seminar nasional bertajuk “Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Timur Tengah”, itu hasil kerjasama Kementerian Luar Negeri, Kopri PB PMII, dan Uninus. Selain Nurrahman, hadir pula sebagai pembicara Ketua Kopri PB PMII Ai Rahmayanti dan Kasubdit Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Denny Lesmana.

Berbagai dimensi yang dimaksud Nurrahman, adalah mulai dari dimensi agama, politik, ekonomi, budaya, kolonialisme, hingga dimensi hubungan Islam dan dunia Barat. Akibatnya, konflik di Timur Tengah tak kunjung selesai.

Berbeda dengan di Indonesia, gejolak demokrasi politik di Timur Tengah selalu sulit mendapatkan penyelesaian. Tak jarang proses demokrasi di Timur Tengah selalu berakhir konflik yang berkepanjangan.

Di Indonesia, kata dia, demokrasi selalu berjalan beriringan dengan berbagai dimensi. Nurrahman mengutip pernyataan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kata Gus Dur, “andai kata bisa Indonesia berani menunjukkan pada dunia, bahwa demokrasi Indonesia dapat beriringan dan saling menguatkan”. (zidni/onk)