Nasional

Ulama Madura Tak Setuju Deklarasi Provinsi Madura

Sabtu, 07 November 2015 11:00 wib

Pamekasan – Aliansi Ulama Madura (AUMA) mengaku tidak setuju jika Madura dijadikan sebagai Provinsi, mengingat sejumlah potensi yang dimiliki oleh pulau garam menuju Madura Provinsi.

Sekretaris AUMA, KH Fadholi Ruham mengatakan Madura memiliki sumber daya alam yang memadai, seperti minyak dan gas yang dinilai tidak kalah dengan daerah yang lain.

“Madura kurang apa, pelabuhan sudah signifikan, bandara sudah ada, tinggal memperbesar saja,” kata Kiai Fadholi, seperti dilansir Okezone, Sabtu, 6 Nopember 2015.

Kata dia, untuk sumber daya manusia sudah banyak tokoh Madura yang menjadi tokoh nasional yang memiliki kompetensi dan itu bisa diramu dan dirajut sehingga bisa memikirkan Madura.

“Nanti tinggal merubah mindset masyarakat Madura yang semula konsumtif bagaimana menjadi masyarakat produktif,” imbuh pengasuh Pesantren Al-Fudhola itu.

Namun dirinya tidak setuju jika Madura segera mendeklarasikan diri menjadi provinsi tanpa melakukan persiapan yang matang. Sebab menurutnya untuk menjadi provinsi butuh waktu yang panjang.

“Untuk serta merta dalam waktu dekat mendeklarasikan provinsi, sebagian besar ulama tidak setuju,” pungkasnya.

Saat ini Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M) telah melakukan persiapan pelaksanaan deklarasi, diantaranya menyebarkan undangan. Rencana, deklarasi Provinsi Madura dilakukan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 Nopember nanti. (rus/jaz)