Nasional

Kunjungi Gereja Korban Bom, Sinta Nuriyah: Kami Semua Berduka

Jum'at, 08 Juni 2018 19:31 wib

...
Sinta Nuriyah Wahid, di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya (santrinews.com/ist)

Surabaya – Istri Presiden ke empat Republik Indonesia almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, mengunjungi Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), salah satu gereja lokasi insiden ledakan bom di Surabaya, Jumat 8 Juni 2018.

Kedatangan Sinta disambut hangat oleh pengurus gereja dari SMTB, gereja GKI, gereja Pantekosta, dan beberapa korban ledakan bom.

Di hadapan para pengurus gereja dan beberapa korban, Sinta menyampaikan rasa belasungkawanya atas peristiwa ledakan bom yang terjadi di Surabaya.

Dia juga sangat menyesalkan atas perbuatan pelaku yang menurutnya sangat tidak manusiawi dan melukai banyak orang, terutama melibatkan anak-anak.

“Kami ikut prihatin, dan menyesalkan perbuatan yang sangat tidak manusiawi ini. Saya rasa tidak hanya gereja ini yang berduka. Tapi kami semua juga merasakan kedukaan yang sama atas terjadinya musibah seperti ini,” kata Sinta.

Sinta berharap, dari peristiwa itu masyarakat tidak tergoyahkan rasa imannya kepada Tuhan yang Maha Esa. “Kami hanya bisa menyampaikan rasa duka dan mengharapkan yang jadi korban diterima di sisi Tuhan. Keluarganya juga diberikan ketabahan,” tuturnya.

Sementara itu, Romo Kurdo Irianto mengaku senang dan berterima kasih atas kunjungan istri almarhum Gus Dur itu. Menurutnya, Sinta merupakan sosok ibu yang bisa merasakan kepedihan mendalam, yang dirasakan oleh para korban yang terdampak ledakan bom.

Berbeda dengan pelaku, kata Romo Kurdo, sangat berbeda dan tidak mencerminkan sebagai sosok ibu yang seharusnya mengasihi anak-anaknya.

“Saya juga heran dengan pikiran seorang ibu yang mengajak anaknya untuk melakukan bom bunuh diri. Padahal, ibu itu membentuk anak-anaknya untuk mengasihi. Tapi mengapa ini justru sebaliknya,” kata dia.

Namun secara umum, Romo Kurdo mengakui kini kondisi para jemaat gereja sudah membaik seperti biasanya. Meski, ada beberapa jemaat yang memang masih dalam masa pemulihan.

Bagi Romo Kurdo, insiden ledakam bom itu bukanlah sebuah bencana yang harus diratapi, tetapi sebagai peristiwa iman. (rus/ss)