Nasional

Ishari NU Lestarikan Seni Hadrah Warisan Ulama Sufi Jalaluddin Rumi

Minggu, 30 Desember 2018 08:00 wib

...

Malang – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur resmi dibuka oleh Pengurus Pusat ISHARI NU H Yusuf Arif Anwar, di Pondok Pesantren Kalijogo, Sukolilo, Jabung, Kabupaten Malang, Jumat, 28 Desember 2018.

Dalam sambutannya, Yusuf Arif Anwar menyampaikan tujuan utama Muswil ini sesuai seperti tema kegiatan yakni ‘Merajut Ukhuwwah dalam Kemandirian Jami’iyyah’.

“Tujuan muswil ini sebagai gerakan pelestarian budaya warisan ulama-ulama nusantara. Sekaligus mudah-mudahan menjadi sarana efektif merajut ukhuwah islamiyah,” ujarnya.

Para ulama terdahulu, terutama Walisongo menyampaikan dakwah melalui pendekatan seni dan hingga kini masih terus dilestarikan di nusantara khususnya Jawa Timur. Diantaranya Seni Hadrah.

Awal mula kesenian Hadrah ini diperkenalkan seorang sufi terkenal asal Turki bernama Jalaluddin Rumi.

Nama lengkapnya Jalaluddin Rumi Muhammad bin Muhamad Al Balkhi Al Qunuwi. Dia memiliki guru yang juga seorang sufi besar bernama Syamsi Tabriz.

Pada abad ke 13 kesenian ini dibawa ke Indonesia oleh seorang ulama besar asal Yaman bernama Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsy tepatnya pada tahun 1259 -1333 hijriyah atau 1839-1931 Masehi.

Tradisi dakwah lewat kesenian asli Arab ini awal mula menggunakan sarana rebana yang lama-lama berkembang di Indonesia dengan kesenian hadrah.

Seni hadrah di Indonesia memiliki beragam aliran serta komunitas. Salah diantaranya ISHARI. Komunitas hadrah ini berkembang di Jawa Timur khususnya di kalangan pesantren.

Yusuf Arif Anwar berharap, kesenian Hadrah bisa benar-benar mengakar di masyarakat. Karena itu, kesenian ini harus terus dikembangkan di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Insya Alllah kita akan mendeklarasikan cabang ISHARI di Sulawesi Utara setelah kegiatan ini,” ungkanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Muswil ISHARI NU Jatim, Saiful Anam mengaku optimis seni hadrah ISHARI akan terus berkembang hingga merata di seluruh kota dan kabupaten di Jatim.

“Karena semangat teman-teman ISHARI NU Jatim untuk mempertahankan dan melestarikan seni hadrah ini sangat luar biasa,” pungkasnya. (rus/onk)