Nasional

Zawawi Imron: Hati Bersih, Kunci Utama Hidup Rukun

Senin, 18 November 2019 09:00 wib

...
Budayawan Nasional H D Zawawi Imron (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Budayawan Nasional D Zawawi Imron berpesan agar selalu membersihkan hati. Sebab, hati yang bersih menjadi kunci utama hidup rukun baik dalam kehidupan masyarakat maupun rumah tangga.

“Hati yang bersih merupakan modal utama untuk hidup damai, rukun dan indah,” kata Zawawi Imron pada acara ‘Pagelaran Budaya’ di depan Keraton Sumenep, Jl Dr Utomo No.6 Lingkungan Delama, Pajagalan Sumenep, Ahad malam, 17 Nopember 2019.

Baca juga: Hindari Konflik Bernuansa Agama, Eksan Kampanyekan Islam Damai

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2020 mendatang, ia berpesan agar masyarakat tidak mudah dihasut dan diadu domba oleh orang lain.

“Sekarang domba sendiri malas diadu. Domba ada di ladang-ladang tidak pernah berkelahi, tapi kenapa saya, yang manusia, yang suka diadu, suka berkelahi,” ujarnya.

Menurut dia, perbedaan pilihan politik adalah sesuatu yang wajar. Karena itu tidak boleh menyebabkan permusuhan, apalagi dengan kerabat dan sanak keluarga.

Baca juga: NU Cinta Damai

Ia lalu bercerita pengalaman dirinya pada Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 lalu. Ia dan istrinya punya pilihan politik beda.

“Saya sama istri berbeda dalam pemilihan kemarin. Nyonya saya mau milih si fulan, saya milih si fulin, tidak apa-apa,” ujarnya.

Menariknya, Zawawi Imron dan istri sama-sama memasang gambar calon pilihan mereka di rumahnya. Tak pelak, banyak tetangga bingung melihat keganjilan itu.

“Saya jelaskan, saya dengan istri berbeda pilihannya, beda partainya tetapi tetap rukun dan damai,” ujarnya.

Baca juga: Shalawatan dan Wayangan, Solusi Gus Ipul Jaga Hidup Rukun

Ia berpesan, keharmonisan rumah tangga tidak boleh ikut larut dalam gawai persaingan politik. “Memakai hati yang bersih dan suci hingga tidak punya waktu untuk bertengkar,” tukasnya.

Ada banyak kasak-kusuk di masyarakat bahwa beda pilihan kerap menjadi pemicu permusuhan saat hajatan politik berlangsung. Bahkan, ada sebagian hingga mengorbakan hubungan persaudaraan. (ari/hay)