Nasional

Resmikan Asrama Pemuda, Menpora: Santri Ujung Tombak Kemajuan Bangsa

Minggu, 16 Februari 2020 19:00 wib

...
Menpora RI, Zainudin Amali saat sambutan pada peresmian Asrama Pondok Pemuda Pondok Pesantren Miftachus Sunnah II, Jalan Lakar Santri Gang III, Surabaya (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menegaskan pemuda dan santri merupakan ujung tombak kemajuan bangsa. Dan pesantren menjadi lembaga terdepan dalam menyiapkan generasi penerus dengan karakter kuat.

“Pemuda merupakan pemimpin masa depan kita. Oleh karenanya, kita harus siapkan para santri dengan matang termasuk budaya dan ideologi kita,” kata Amali saat meresmikan Gedung Asrama Santri Pemuda Pondok Pesantren Miftachus Sunnah II, Jalan Lakar Santri Gang III, Surabaya, Jawa Timur, Ahad 16 Februari 2020.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Menpora RI bersama Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah yang juga Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Zainuddin Amali hadir didampingi Deputi Kemenpora Asrorun Niam Sholeh. Tampak hadir pula beberapa tokoh seperti Rais PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman Nur, Ketua PCNU Kota Surabaya H Muhibbin Zuhri, dan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak.

Menurut Amali, di era digital pemuda dihadapkan dengan tantangan cukup berat, sehingga penguatan ideologi bagi anak muda sangat penting.

“Pemuda kita mendapat ujian yang sangat besar dan ini menjadi perhatian besar pemerintah termasuk Presiden Jokowi,” tegasnya.

Ia mengaku sangat bangga atas gedung asrama pemuda untuk Pondok Pesantren Miftachus Sunnah II ini, yang sudah terbangun dengan kondisi yang baik.

“Alhamdulilah salah satu program Kemenpora dengan adanya pembangunan gedung pemuda ini bisa terlaksana dengan baik. Meski terlambat, tapi alhamdulilah pembangunan ini terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia berpesan agar gedung pemuda tersebut nantinya bisa bermanfaat untuk masyarakat dan para santri. Karena menurutnya, tantangan pemuda saat ini cukup berat untuk menghadapi tantangan bangsa.

“Lewat fasilitas (asrama) ini, Pondok Pesantren Miftachus Sunnah II dapat menjadi wadah penguatan karakter pemuda,” pesannya.

Ketua pelaksana pembangunanan Gus Zaky yang juga putra pertama KH Miftachul Akhyar melaporkan bahwa pembangunan dimulai sejak akhir Agustus 2019 dan desain menjadi 3 lantai.

“Bantuan dari Kemenpora sejak zaman Menpora H Imam Nahrawi cukup 2 Lantai. Maka yang lantai 3 adalah subsidi dari internal Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah,” katanya. (red)