Politik

Undang 1000 Kiai Pesantren hingga Ketum PBNU, Muktamar PKB Bakal Keluarkan Piagam Bali

Kamis, 15 Agustus 2019 20:00 wib

...
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) dalam Musyawarah Kubro Ulama, Kiai Pesantren se-Jawa Timur di Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, 25 Mei 2017 (santrinews.com/mahrus)

Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Muktamar V di Nusa Dua, Bali, pada 20-23 Agustus 2019. Dalam muktamar ini, PKB akan mengumpulkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok daerah dalam forum Munas Alim Ulama se-Indonesia.

Forum Munas Alim Ulama merupakan rangkaian Muktamar V PKB. Acara forum Munas Alim Ulama ini akan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, Cendekiawan Muslim Prof Nadirsyah Hosen hingga KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Koordinator Munas Alim Ulama, Saifullah Maksum mengatakan, acara ini akan digelar untuk membahas berbagai persoalan termasuk kondisi politik pasca-Pilpres 2019.

“Munas Alim Ulama se- Indonesia adalah membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik demokrasi, budaya serta keagamaan.” ujar Saifullah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.

Baca juga: Taat Kiai Sepuh, PKB Usung Gus Ipul dalam Pilgub Jatim

Dia mengatakan, dalam forum tersebut rencananya sejumlah tokoh kiai, ulama yang hadir juga akan melakukan diskusi. Salah satu yang disinggung terkait rekomendasi kepada pemerintah untuk memperkuat basis ajaran Islam.

Terkait acara ini, nanti akan dikeluarkan semacam piagam Bali sebagai kesepakatan dalam rekomendasi tersebut.

“Akan membuat rekomendasi kepada pemerintah untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat. Selain itu, ada seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan watsiqah (piagam) Bali,” ujarnya.

Baca juga: Pengamat: Tantangan PKB Menyatukan Suara NU

Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PKB, Ahmad Iman menyebut KH Said Aqil dan Gus Miftah sudah menyatakan siap hadir. Selain itu, sejumlah ulama yang juga pimpinan pondok pesantren se-Indonesia juga akan hadir.

Ahmad mengatakan, muktamar kali ini bukan sekadar agenda rutin yang biasa dilakukan lima tahun sekali. Namun, perhelatan kali ini diharapkan menjadi kesempatan silaturahmi untuk membahas agenda-agenda kebangsaan dan keagamaan.

“Biar bagaimana pun, PKB kan lahir dari rahim NU. Wajar kalau setiap agenda PKB dimeriahkan oleh ulama, dan yang dibahas masalah-masalah kebangsaan dan keumatan,” tutur Ahmad.

Selain itu, diharapkan forum ini menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai tanpa radikalisme dan intoleransi.

Baca juga: Pertahankan Khazanah Pesantren, PKB Kembali Gelar Musabaqah Kitab Kuning

Dalam kesempatan tersebut, dijadwalkan para kiai, ulama yang hadir juga akan menggelar syukuran atas hasil Pilpres 2019. Terpilihnya Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sebagai pasangan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 menjadi alasan penting. Sebab, KH Ma’ruf saat ini merupakan Mustasyar PBNU. (us/viva)