Nasional

Pengabdian Any Rufaedah yang Tiada Batas

Minggu, 08 Juni 2014 18:05 wib

...
Any Rufaedah, Kandidat Ketua Umum Kopri PB PMII (santrinews.com/dok)

Jambi – Bagi Any Rufaedah, PMII seolah menjadi kampus kedua setelah bangku kuliah dalam proses penempaan dan pengabdian diri. Jenjang pengabdian yang dia lalui di PMII boleh dikata tuntas. Mulai tingkat rayon hingga pengurus besar.

Namun itu juga belum cukup. Panggilan pengabdian masih terus menjejali diri Any. Bagi perempuan kelahiran Banyuwangi ini, mengabdi di PMII untuk bangsa seolah memang tanpa batas. Sebuah pengabdian dan perjuangan yang panjang. Masa muda Any tidak dia sia-siakan untuk mengabdikan diri demi PMII.

Setelah dua tahun lebih mengabdikan diri sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kajian Strategis dan Pengembangan Wacana KOPRI PB PMII, kini di Kongres PMII XVIII di Jambi, Any merasa terpanggil untuk menjadi calon ketua umum Kopri PB PMII untuk periode dua tahun kedepan.

“Mengabdi di KOPRI (PMII) sama artinya membangun bangsa dan memperkuat negara, sebab yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas kader putri,” kata Any menjelaskan ihwal pencalonan dirinya.

Niat kader PMII putri Kota Malang yang sudah beberapa kali mengikuti konferensi ilmiah tingkat internasional ini untuk mencalonkan diri dalam bursa ketua umum kian bertambah kuat setelah mendapat dorongan dari pengurus KOPRI PB PMII yang selama dua tahun lebih berproses bersama.

Dorongan cabang-cabang dari berbagai provinsi juga tak kalah penting dalam menguatkan niat itu. Selain itu dukungan kedua orangtua, aktivis perempuan di tingkat nasional, serta senior dari cabang Kota Malang. Realitas organisasi dan kader putri yang dinilai masih membutuhkan banyak perbaikan adalah alasan lain yang memperkuat niat itu.

Any memiliki sebuah visi besar yang akan menjadi landasan gerak kelak bila dipercaya menjadi ketua umum Kopri PB PMII. Yakni “˜_movement building_ menuju kepemimpinan KOPRI dalam kancah nasional dan internasional berlandaskan pada prinsip Ahlussunnah waljamaah

Visi itu diterjemahkan ke dalam sebuah misi, diantaranya pengelolaan organisasi dengan baik, merapikan sistem kaderisasi sebagai sarana pengembangan intelektual dan capacity building, penguatan gerakan intelektual, kerjasama kemitraan dengan pemerintah, Ormas, OKP, dan sektor swasta, serta kajian dan monitoring terhadap kebijakan kampus dan pemerintah.

Misi lainnya adalah melakukan pendampingan masyarakat, memperluas jaringan pada level lokal, nasional, dan internasional, dan melakukan kajian isu-isu internasional.

“Keterlibatan aktif kader PMII putri pada event-event internasional juga sangat penting sehingga dapat menyampaikan gagasan dan mempengaruhi kebijakan politik luar negeri,” tandasnya.

Turunan visi-misi Any dalam bentuk kegiatan dipilah kedalam beberapa bagian. Pada tiga bulan pertama yang akan dia lakukan adalah konsolidasi internal. Yakni melalui penyusunan pengurus dan sosialisasi susunan pengurus kepada PC melalui PKC, rapat kerja, dan sosialisasi hasil rapat kerja.

Penyusunan standar operasional dan prosedur (SOP) sistem pelaporan, LPJ keuangan, pembagian tugas kunjungan ke cabang-cabang, dan mekanisme komunikasi dengan korwil-korwil juga menjadi agenda di tri wulan pertama.

“Di tri wulan pertama, kami juga akan melaunching website resmi KOPRI,” pungkasnya. (ahay)