Daerah

Tak Satupun Manusia Mampu Menatap Mata Rasulullah

Senin, 07 Oktober 2019 16:30 wib

...
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa, Karanganyar, Jawa Tengah, Habib Sholeh Al Jufri (santrinews.com/attar)

Semarang – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa, Karanganyar, Jawa Tengah, Habib Sholeh Al Jufri, mengatakan, akhlak Nabi Muhammad SAW merupakan teladan paripurna bagi seluruh umat manusia. Sekalipun Allah telah anugerahkan semua kesempurnaan, Rasulullah justru memilih hidup sederhana.

Hal itu disampaikan Habib Sholeh Al Jufri di acara Mijen Bershalawat, di halaman masjid di kompleks perumahan BSB Jatisari Lestari, Semarang, Sabtu, 5 Oktober 2019.

“Makhluk Allah yang diciptakan paling sempurna itu berkenan untuk duduk bersama orang-orang yang miskin. Bahkan Rasulullah meminta kepada Allah untuk diberikan kehidupan miskin. Beliau juga meminta agar hidup di tengah orang-orang yang miskin dan mati dalam keadaan berkumpul dengan orang-orang miskin,” kata Habib Sholeh.

Mijen Bershalawat berlangsung sangat meriah dengan kehadiran Gus Azmi. Pemeran film The Santri yang lebih dulu dikenal sebagai vokalis grup musik gambus Syubhanul Muslimin itu membawakan sejumlah shalawat yang sudah akrab di telinga para jamaah.

Majelis shalawat terasa lebih lengkap karena dihadiri ulama dan umara. Diantaranya KH Achmad Chalwani dari Purworejo dan Kiai Fadlolan Musyafa dari Semarang. Hadir pula Walikota Semarang Hendar Prihadi, Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman dan Rektor UIN Walisongo Prof Dr Imam Taufiq MA.

“Alhamdulilah, majelis dzikir dan shalawat sudah menjadi kegiatan rutin masyarakat di sini. Semoga dengan acara ini, semangat warga untuk terus menghidupkan majelis makin meningkat lagi,” ungkap Mahbub Zaki, ketua panitia, yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah.

Menurut Habib Sholeh, sudah menjadi tabiat manusia mencintai segala sesuatu yang istimewa. Dari seluruh umat manusia, Allah menciptakan Nabi Muhammad dengan ukuran yang paling sempurna. Kesempurnaan itu meliputi seluruh aspek, baik yang fisik maupun batiniahnya.

Sebagaimana diriwayatkan, Rasulullah memiliki wajah yang putih bersih dengan rona kemerah-merahan. Tubuhnya bercahaya lebih terang dari matahari. Aroma tubuhnya wangi alami. Bahkan keringat yang keluar dari tubuh beliau jauh lebih wangi dari minyak kasturi. Secara lahiriah, fisik Rasulullah bahkan lebih sempurna dari yang Allah anugerahkan kepada Nabi Yusuf.

“Namun karena ketinggian akhlak dan kewibawaan yang terpancar dari dalam diri Rasulullah, kesempurnaan fisik itu tidak sedikitpun menimbulkan godaan. Karena kewibawaannya itu tak satupun manusia mampu menatap mata Rasulullah,” ujarnya.

Mengakhiri tausiyahnya, santri dari ulama tersohor Habib Umar Al-Hafiz dari Hadramaut tersebut berpesan agar momentum peringatan Hari Santri Nasional 2019 dijadikan sebagai ajang merefleksikan kehidupan masyarakat santri sesuai yang telah diteladankan Rasulullah. (attar/onk)