Nasional

Tersangka Penghina Jokowi Ternyata Santri di Nurul Mostofa

Kamis, 30 Oktober 2014 20:52 wib

Jakarta – Di luar menjalani profesinya sebagai tukang tusuk sate, tersangka penghina Presiden Jokowi, Muhammad Arsyad (MA) tercatat sebagai santri salah satu majelis pengajian.

Ersa seperti dilansir Tribunnews menuturkan bahwa MA merupakan anak yang baik. “Dia orangnya lugu, baik dan penurut. Anak pertama dari empat bersaudara,” tuturnya.

Keadaan serba kekurangan dijalani kelarga MA. Dia tinggal di Jalan Haji Jum RT/RW 09/01 Kelurahan Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.

Rumah tersebut berada di pinggir jalan raya, untuk menuju ke rumah itu harus menuruni tangga. Rumah terletak persis di sebelah jurang kali Cipinang. Terlihat tumpukan sampah berserakan di depan rumah, yang menimbulkan bau tidak sedap.

“Kami mengontrak di rumah Hj Ramli. Sudah selama tiga tahun ini. Kalau hujan turun satu hari satu malam, di daerah ini banjir. Dekat tumpukan sampah,” ujar Ersa.

Rumah kontrakan berukuran 3×6 meter itu dihuni oleh enam orang. Orang tua MA, tante dari MA, MA, serta kedua orang adik MA. Sementara, seorang adik MA tidak tinggal di rumah.

Rumah bercat warna merah itu hanya terbagi dalam dua ruangan dengan berisi beberapa perabotan yang sudah usang. Sisanya merupakan hasil dari yang dibelinya dengan mengutang di tukang kredit keliling.

“Barang-barang seperti kasur, lemari, kipas angin, rak piring, semua dikasih tetangga. Cuma kulkas dan tv yang dibeli sendiri. Itu juga dibayar dengan cara mencicil,” ujar Ersa.

Televisi tabung 21 inch dibeli dengan cara mencicil Rp 5.000 per hari. Sementara, kulkas satu pintu Rp 50 ribu per minggu.

“Kalau tidak begitu caranya, kami semua tidak punya perabotan apa-apa,” katanya. (set/onk)