Nasional

Liga Santri 2016, Menpora Libatkan 1000 Pesantren

Rabu, 06 April 2016 21:59 wib

...
Menpora Imam Nahrawi mengalungkan kepada tim Pondok Pesantren Nurul Islam Jember yang berhasil menjadi juara Liga Santri Nusantara 2015, di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Ahad, 6 Desember 2015 lalu (santrinews.com/ist)

Semarang – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memastikan kompetisi Liga Santri akan kembali digelar pada tahun 2016 ini. Liga Santri adalah kompetisi sepak bola antarpondok pesantren.

“Pada tahun 2016 ini, akan kami gelar lagi dengan dana Rp 10 miliar,” kata Imam Nahrawi, dalam pidatonya di Sarasehan Nasional PBNU dan Soft Launching Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Jl Ahmad Yani, Ungaran, Rabu, 6 April 2016, siang.

Dalam sarasehan itu, Nahrawi hadir bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU H A Helmy Faishal Zaini.

Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah, rombongan menteri dan petinggi PBNU berkunjung ke Pondok Pesantren Al Ittihad, di Desa Popongan Bringin, Kabupaten Semarang guna menghadiri Haul Muassisin dan Masyayikh sekaligus Khotaman Kitab Sahih Bukhori sebelum bertolak ke Wonosobo untuk meresmikan Yayasan Nurul Falah di Desa Jolontoro, Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Nahrawi menegaskan, Liga Santri sangat penting untuk mengembangkan prestasi olahraga para santri. Pemerintah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kalangan santri tidak hanya berkutat pada ilmu agama, melainkan juga bisa berkiprah pada bidang lainnya termasuk bidang olahraga.

“Saya yakin para santri akan menjadi atlet handal ke depan karena mereka ditempa lahir dan batin sehingga kedepan mereka akan bertanding jujur dan fairplay,” tegas mantan ketua umum PMII Jawa Timur ini.

Pada tahun 2015, Liga Santri diikuti oleh 200 kesebelasan dari Pondok Pesantren seluruh Indonesia dengan dengan dana Rp 2 miliar. Liga Santri tahun 2016 ini akan lebih banyak menyerap pondok pesantren se Indonesia. “Kalau tahun 2015 sebanyak 190 peserta, untuk tahun 2016 ini akan kita targetkan 1000 pesantren,” pungkasnya. (ahay)