Nasional

Kitab Kuning Jadi Spirit Santri Melawan Kolonialisme Belanda

Sabtu, 01 April 2017 20:55 wib

...

Surabaya – Kitab kuning merupakan khazanah literatur Islam yang memiliki kandungan dan peran strategis dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sejarah juga mencatat bahwa kitab kuning, pesantren dan para santri adalah simbol perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Berdasar hal itu, Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK). Acara ini mendapat sambutan luar biasa dari santri seluruh Indonesia.

“Dalam MKK peserta diajarkan adab atau akhlak yang baik, sehingga mereka tidak hanya dibekali pengetahuan, juga perilaku yang baik,” ujar Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Jatim, Ka’bil Mubarok dalam siaran persnya, Sabtu 1 April 2017.

Menurutnya, MKK yang digelar Garda Bangsa ini merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan kemampuan para santri dan anak muda terhadap penguasaan khazanah Islam yang ramah.

Selain menyelenggarakan babak penyisihan semifinal dan final MKK, Garda Bangsa juga mengadakan halaqoh dan seminar Kitab Kuning Goes to Campus yang bertujuan mendekatkan anak-anak muda dengan literasi kitab kuning.

“Sekaligus mengupas pendangan khazanah Islam klasik (kitab kuning) dalam menjawab fenomena hoax, radikalisasi dan ideologi transnasional, serta pandangan-pandangan politik kenegaraan,” ucapnya.

Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar menuturkan, di Jatim kontruksi berpikir para santri, pesantren, kitab kuning masih menjadi landasan utama terhadap lahir dan tumbuh kembangnya Islam Nusantara. Kata dia Islam yang ramah serta dijadikan landasan dalam memupuk jiwa nasionalisme para santri.

“Bahkan jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Melalui karya tulis terbaiknya para ulama telah menjadi inspirasi dan referensi umat Islam dalam menjalani kehidupan,” kata Abdul Halim. (shir/ubaid)