Nasional

NU Pelopor Utama Hormati Habib

Jum'at, 01 November 2019 03:30 wib

...
Ketua PBNU Bidang Hukum dan HAM, KH Robikin Emhas (santrinews.com/uswah)

Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum dan HAM, KH Robikin Emhas menyatakan, bahwa NU sejak dulu menghormati habib. Bahkan, NU menjadi pelopor utama yang memberi contoh kepada masyarakat tentang cara menghormati habib.

“Menghormat habib? Itu sudah budaya kami. NU-lah yang melakukannya sejak zaman prakemerdekaan hingga saat ini. Boleh jadi tidak ada cium tangan wolak-walik kepada habaib jika NU tidak melakukannya,” kata KH Robikin dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 31 Oktober 2019.

Ia menjelaskan alasan NU sangat menghormati habib, karena hal itu merupakan bagian dari perintah agama.

Namun, Kiai Robikin menegaskan bahwa NU berkomitmen tidak akan mendukung gagasan negara Islam atau Indonesia bersyariah dan khilafah yang selama ini dikampanyekan oleh Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI).

“Bagi NU bentuk negara ini sudah final, final sebagai kesepakatan para pendiri bangsa (mu’ahada wathaniyah) yang karenanya wajib bagi generasi berikutnya untuk mematuhinya,” tegasnya.

Menurut KH Robikin, kesepakatan adalah janji dan janji merupakan hutang yang mesti dibayar. Bahkan sejak sebelum kemerdekaan NU melalui Muktamar ke-11 di Banjarmasin tahun 1936 sudah menegaskan bahwa Nusantara adalah darussalam.

Di luar konsepsi tentang Negara, menurut KH Robikin, NU dan FPI memiliki banyak kesamaan pandangan. Misalnya dalam soal penguatan ekonomi umat dan keadilan.

“NU memiliki concern dalam penguatan ekonomi warga. Saya percaya FPI memiliki atensi mengenai hal ini. Akses terhadap keadilan, termasuk keadilan ekonomi, boleh jadi merupakan sejenis common sense (akal sehat) seluruh ormas yang ada,” ujarnya. (us/hay)