Opini

Gus Mus dan KH Afifuddin Muhajir

Rabu, 12 Agustus 2020 23:30 wib

...
Gus Mus dan Mbah Moen

Tanggal 10 Agustus 2020, tepat hari ulang tahun ke 76 KH Mustofa Bisri alias Gus Mus. Selaku santri yang mengagumi pada fikiran dan sikap haliah Gus Mus kami ikut mendoakan semoga beliau panjang umur, sehat wal afiyah dan kami selalu berharap bimbingan dan tetesan ilmu dari beliau.

Ada peristiwa yang patut kami kenang dari KH Mustofa Bisri, waktu kami hadir di acara Haul Gus Dur di Ciganjur. Pada saat ramah tamah di ruang makan, kami kebetulan ada di ruangan itu. Berkumpul antara lain KH Mustofa Bisri, Prof DR Mahfud, MD, Prof DR Alwi Syihab, Menteri Agama Lukman Saifuddin.

Melihat saya ada di ruang makan, Pak Mahfud tanya, apa KH Afifuddin Muhajir hadir kesini ? saya jawab: tidak, Kiai Afif kurang sehat baru saja di MRI di rumah sakit Siloam Jember dan hasilnya positif saraf kejepit di leher. Ada saran dokter harus operasi.

Mendengar berita Kiai Afifuddin, spontan KH Mustofa Bisri dawuh: jangan dioperasi, nanti saya kirimi alat infra merah, terapi itu pakai nanti sembuh sendiri. Saya sudah pernah sakit seperti itu, tutur Gus Mus.

Tokoh-tokoh yang kumpul saat itu sangat perhatian pada KH Afifuddin, agar beliau bisa sehat dan kembali beraktifitas karena sangat dibutuhkan NU dan negara.

Selesai makan dan beramah tamah kami keluar ruangan kumpul dengan Gus Ulil Abshar Abdalla, Kiai Moqsith Ghazali, Gus Dhohir Farisi, dan para tokoh lintas agama.

Lalu datang Gus Rizal menantu Gus Mus minta alamat rumah saya. Dan dia menyampaikan: Abah akan membelikan dan mengirim alat infra merah pada KH Afifuddin Muhajir.

Berita itu kami haturkan kepada KH Afifuddin, dan beliau dawuh terima kasih.

Sekitar satu minggu alat itu sudah sampai di rumah dan kami antar ke dalem KH Afifuddin. Kiai Afif dawuh: apakah saya bisa jika mendengar seorang yang sakit dan bisa spontan berinisiatif membeli alat yang cukup mahal dan langsung dikirim seperti ini?.

Hati kami hanya bisa tertegun: Ya Allah, begitu mulia, sakha’ Kiai Mustofa Bisri. Bisakah kami meniru beliau.

Alhamdulillah, setelah alat infra merah itu dipakai oleh KH Afifuddin Muhajir, dan kami antar periksa ke dokter saraf di RS Jember Klinik, sudah tidak disarankan operasi. Dan Kiai Afif sudah tidak lagi datang untuk periksa saraf kejepit. Semoga kedua beliau, KH Mustofa Bisri dan KH Afifuddin Muhajir diberi umur panjang dan sehat wal afiyah. (*)

Jember, 12 Agustus 2020

M Misbahus Salam, Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafiiyah Sukorejo, Situbondo.