Politik

Khofifah Janji Alokasikan Bantuan 800 Juta untuk Asrama Pesantren

Kamis, 15 Agustus 2013 19:40 wib

...
Khofifah Indar Parawansa (santrinews.com/hady)

Kediri – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jika dipercaya memimpin Jatim dirinya akan mengembangkan sektor pendidikan keagamaan melalui pendirian asrama pondok pesantren dengan mengalokasikan bantuan sebesar Rp 800 juta tiap asrama.

Hal itu disampaikan Khofifah saat kampanye terbuka di Lapangan Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu, 14 Agustus 2013. Menurut dia, bantuan itu akan dialokasikan dari APBD Jawa Timur.

“Di Kediri ini banyak pesantren, saya ingin mengalokasikan APBD antara lain untuk bangun asrama pesantren,” ujarnya.

Kelak, lanjutnya, anak dari keluarga petani miskin dan nelayan miskin serta buruh dan anak yatim dijamin untuk mendapatkan pelayanan pendidikan agama secara gratis serta lengkap dengan uang makan lauk-pauk di asrama pesantren tersebut.

Calon gubernur nomor urut empat itu menilai, selama ini alokasi APBD untuk pendidikan masih timpang, tidak sesuai amanat undang-undang tentang dana pendidikan sebesar 20 persen.

“Alokasi dana pendidikan di Jawa Timur masih jauh dari amanat undang-undang, hanya sekitar 7,5 persen,” tandas mantan menteri Pemberdayaan Perempuan era KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

Kedatangan Khofifah di lapangan Desa Kandat itu, disambut haru oleh ratusan ibu-ibu yang mayoritas dari Muslimat NU. Bahkan ada yang sempat meneteskan air mata saat berjabat tangan dengan calon yang sempat dicoret namanya oleh KPU dari bursa pencalonan.

Kepada mereka, Khofifah mengajak untuk memilih dirinya pada Pilgub Jatim 29 Agustus mendatang. “Ibu ibu, mohon doa restunya, nanti pada tanggal 29 untuk mencoblos calon gubernur yang insya Allah paling cantik untuk membawa Jawa Timur berkah,” kata Khofifah dalam orasinya.

Pada hari ketiga masa kampanye, Rabu 14 Agustus 2013, Khofifah juga blusukan ke beberapa pasar di Kediri, diantaranya Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri dan Pasar Ngadiluwih, di Kecamatan Ngadiluwih.

Di sana, Ia menyapa serta berdialog dengan sejumlah pedagang yang tengah berjualan. Kesempatan itu pun tidak disia-siakan oleh mereka untuk menceritakan banyak hal di antaranya semakin tingginya harga sembako dan barang-barang lainnya. (jaz/hay)