Politik

Cak Imin: Kebijakan Politik PKB Berpijak pada Hasil Bahtsul Masail Santri

Sabtu, 22 Oktober 2016 12:55 wib

...
H A Muhaimin Iskandar (tengah) saat sowan ke KH Mahtum Hanan (kiri) di Pondok Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat (santrinews.com/suarasurabaya)

Cirebon – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H A Muhaimin Iskandar berjanji istiqomah memperjuangkan pondok pesantren dan kaum santri.

PKB akan selalu mendengarkan permintaan dan instruksi kiai dan para ajengan,” kata Muhaimin Iskandar saat sowan di kediaman kiai khos NU, KH Mahtum Hanan, di Pondok Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jumat malam, 21 Oktober 2016.

Muhaimin hadir di pesantren itu, pada pembukaan Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa Madura yang dihadiri ratusan kiai dan ajengan.

Menurut dia, persatuan pondok pesantren (ittihadul ma`ahid) sangat diperlukan untuk bertukar ilmu dan pengalaman. Sebab, pesantren memiliki karakteristik beragam, seperti konsentrasi keahlian majemuk dan keilmuan keagamaan yang berbeda-beda.

Dari perbedaan ini, nanti dipadukan dalam forum Bahtsul Masail untuk membahas permasalahan keagamaan, hukum Islam, keumatan bahkan problematika aktual kemasyarakatan kebangsaan dan kenegaraan dengan cara atau tradisi dan kekhasan pesantren.

“Inilah cara pesantren mengkohesikan dirinya, mempersatukan berbagai keragaman dalam sebuah forum bernama Bahtsul Masail yang merupakan tradisi pesantren khas dan unik,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Imin.

Menurut dia, Bahtsul Masail itu juga melingkupi politik, kebangsaan, kenegaraan Indonesia, kebijakan politik yang ada di setiap keputusan, dilandasi atas pandangan berbasis tradisi kitab kuning.

PKB merupakan satu-satunya partai sebagian besar langkah dan kebijakan politiknya banyak didasari dan berlandaskan dari hasil Bahtsul Masail. Dalam hal menyusun Rancangan Undang-undang atau Perda di DPR. Bahkan, banyak Undang-undang yang diusulkan dari Fraksi PKB itu berdasar Bahtsul Masail,” ujarnya.

Para kiai dan ajengan yang banyak hadir di pembukaan FMPP itu adalah KH Yasin asmuni (Petuk), KH Anang Darunnajah (Jamsaren Kediri), KH Athoillah Anwar Mansur (Lirboyo) KH Zahro wardi (Trenggalek), dan KH Fauzi Hamzah (Yanbu`ul Ulum Blitar).

Kemudian, KH Tohari Muslim (Nganjuk), KH Ibrohim Hafidz (Lirboyo), KH Ma`mun (Ploso), KH Muntaha (Surabaya), KH Saeful Anwar (Krian Sidoarjo), KH Bahrul Huda (Malang), dan KH Fahmi Basya (Jogjakarta), KH Adibuddin (Bangkalan), KH Munir Karomin (Nganjuk), KH Sibromelisi (Sidoarjo), KH Mudaimullah Azza (Ngawi), KH Mukhlisin Labib (Malang). (us/ss)