Politik

Pilwali Surabaya, PKB Utamakan Usung Kader Internal

Senin, 23 Desember 2019 01:30 wib

...
Ketua DPC PKB Surabaya Musyaffa Rouf (dua dari kiri) bersama Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (dua dari kanan) dalam konfrensi pers beberapa waktu lalu (santrinews.com/istimewa)

Surabaya – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya lebih mengutamakan kader internal untuk diusung sebagai calon Wali Kota Surabaya pada Pilkada 20120. Meski demikian, PKB tidak menutup kesempatan bagi figur non kader.

“Prinsipnya kami mencari figur yang berprestasi,” kata Ketua DPC PKB Kota Surabaya Musyaffa Rouf, di Surabaya, Ahad, 22 Desember 2019.

Baca juga: PKB Surabaya Serius Lawan Pragmatisme Politik

Musyaffa mengatakan, sekarang PKB tengah mempertimbangkan tiga nama. Mereka adalah Irjen Pol (Pur) Machfud Arifin (mantan Kapolda Jatim), Hanif Dhakiri (mantan Menteri Tenaga Kerja), dan Baddrut Tamam (Bupati Pamekasan). Dua nama terakhir kader PKB.

“Pak Machfud, Mas Hanif dan Cak Baddrut semuanya orang yang memiliki prestasi. Makanya kami perlu survei untuk mencari yang terbaik,” tandasnya.

Bila nanti calon non kader lebih unggul, kata Musyaffa, PKB akan memilih realistis.

Ia menilai meski Machfud Arifin figur non kader, namun ia memiliki sejumlah prestasi besar. Terbukti saat menjabat Kapolda Jatim Machfud mampu menjaga Jawa Timur kondusif.

Baca juga: Kriteria Sosok Calon Bupati Sumenep Versi PKB

Machfud juga dinilai berhasil membawa kemenangan besar bagi pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jawa Timur saat memimipin Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim.

Sementara Baddrut Tamam adalah kader murni yang pernah menduduki sejumlah posisi strategis di partai. Selain menjabat Sekretaris DPW PKB Jatim, Baddrut pernah menjadi Ketua Fraksi PKB di DPRD Jatim.

Saat ini Baddrut adalah Bupati Pamekasan yang sarat prestasi. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya inovasi yang ia lakukan selama memimpin Pamekasan yang kemudian berbuah sejumlah penghargaan tingkat nasional.

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam Minta Mahasiswa Al-Khairat Jadi Pengendali Revolusi Industri

“Kalau Mas Hanif, istrinya agak keberatan suaminya di Surabaya. Tapi kita masih membuka peluang bagi semuanya, karena pendaftaran resmi baru dibuka setelah tahun baru,” ujarnya.

Musyaffa memastikan dalam waktu dekat akan mensurvei terhadap tiga nama tersebut. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui tingkat popularitas dan elektabilitas dari mereka.

“Survei ini sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk merekomendasi calon. Tentunya kita akan merekomendasikan calon yang punya peluang untuk menang,” tegasnya. (red/shir)