Muslim Uighur

HTI Bela Muslim Uighur Tapi Ngawur

Aktivis Muslimah HTI Aceh Barat aksi peduli muslim Uighur (santrinews.com/cakradunia)

Ketika Rasulullah SAW dan Suhail bin Amru sedang menulis surat perjanjian Hudaibiyah, tiba-tiba beliau didatangi Abu Jandal bin Suhail bin Amru.

Kemudian Suhail berkata: “Wahai Muhammad, telah selesai kesepakatan atas suatu persoalan antara aku dan kamu sebelum orang ini datang kepadamu.” Rasulullah SAW bersabda: “Kamu benar.”

Rasulullah SAW lalu menarik Abu Jandal untuk dikembalikan kepada kaum kafir Quraisy. Abu Jandal berteriak dengan suara keras: “Wahai orang-orang Islam, apakah aku akan dikembalikan kepada orang-orang musyrik yang akan menyiksaku agar beralih agama?”

Rasulullah SAW menjawab: “Wahai Abu Jandal, bersabar dan bertahanlah, sungguh Allah akan membuat kelapangan dan jalan keluar untuk kamu dan orang-orang yang bersamamu di antara orang-orang yang lemah. Sungguh kami telah mengadakan kesepakatan berdamai antara kami dan mereka. Kami akan memberi mereka berdasarkan kesepakatan itu, dan mereka akan memberi kami sumpah atas nama Allah. Sungguh kami tidak akan mengkhianati mereka (Prof DR Muh Rawwas Qol’ahji, Sirah Nabawiyah, Al-Azhar Press, cetakan IX, hal. 326).
—-
Mukaddimah singkat di atas setidaknya ada lima pesan penting. Pertama, salah satu klausul perjanjian Hudaibiyah adalah siapa saja yang datang kepada Muhammad di antara kaum Quraisy tanpa mendapatkan izin dari Walinya atau pemimpinnya, maka ia harus dikembalikan kepada kaum Quraisy.

Kedua, hukum asal akad (perjanjian) adalah lisan bukan tulisan. Ketika Suhail bin Amru sedang menulis surat perjanjian, kesepakatan lisan sudah selesai sehingga perjanjian itu sudah berlaku. Makanya ketika Abu Jandal datang saat Suhail sedang menulis surat perjanjian, isi perjanjian Hudaibiyah telah berlaku.

Ketiga, komitmen Rasulullah SAW terhadap akad perjanjian sangat kuat termasuk kepada orang kafir meskipun mengorbankan sebagian umatnya.

Keempat, aktor intelektual dari Aksi Bela Uighur di berbagai daerah adalah HTI yang menggunakan berbagai macam nama cover. Tujuan mereka ingin membenturkan emosi keagamaan umat Islam dengan pemerintah.

Kelima, padahal kutipan tentang komitmen Nabi SAW terhadap perjanjian dengan kaum kafir saya ambil dari kitab Sirah Nabawiyah karya Prof DR Muh Rawwas Qol’ahji yang notabene kitab sirah rujukan syabab HTI. (*)

Terkait

Opini Lainnya

SantriNews Network