Daerah

Makna Hadiah Sorban Kiai Sepuh Annuqayah kepada Achmad Fauzi

Rabu, 22 Juli 2020 20:00 wib

...
Achmad Fauzi usai dikalungi serban khusus oleh Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep KH A Muqsith Idris (santrinews.com/istimewa)

Ayahanda Achmad Fauzi, Slamet Wongso, adalah pejuang di PPP. Pernah menjadi anggota DPRD dari NU.

Sumenep – Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersilaturahmi ke Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, KH A Muqsith Idris, Rabu, 22 Juli 2020.

Dalam kesempatan langka tersebut, Kiai Muqsith memulai perbincangan dengan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya. Termasuk tentang perjuangan ayanda Achmad Fauzi, Slamet Wongso yang sekarib dengan Kiai Shadaqah, kakak dari Kiai Muqsith.

Baca juga: Diberi Mandat Bendera NU, Kiai Pandji Taufiq: Pak Wabup Achmad Fauzi ini NU

Kiai Muqsith juga memberikan nasihat tentang banyak hal kepada Achmad Fauzi. Khususnya dalam melayani rakyat. Bahkan, ia juga mendoakan Achmad Fauzi agar selalu sehat dan dimudahkan dalam segala urusan.

Tak hanya itu, Kiai Muqsith juga memberikan sorban khusus kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep tersebut. Bahkan sorban berwarna putih itu dikalungkan langsung oleh Dewan Syariah PPP Sumenep itu kepada Achmad Fauzi.

Fauzi pun mengucapkan terimakasih kepada kiai kharismatik itu. Ia ‘sowan’ ke kediaman Kiai Muqsith untuk meminta doa agar ia mampu melayani masyarakat Sumenep di sisa jabatannya sebagai wakil bupati.

“Kami bersilaturahim ke beliau untuk meminta doa agar saya mampu mengemban amanah dengan baik,” kata Fauzi.

Baca juga: Sebelum Daftar ke KPU, KH Busyro-Fauzi Napak Tilas di Makam Para Raja

Ia mengaku sebetulnya sudah lama ingin silaturrahmi ke kediaman Kiai Muqsith. Hanya saja baru bisa terwujud.

“Apalagi setelah saya tahu bahwa beliau juga tahu ayah saya Slamet Wongso. Karena ayah saya itu, kan pejuang di PPP. Termasuk mantan anggota DPRD dari NU,” ujarnya.

Mengenai sorban yang diberikan Kiai Muqsith, Fauzi mengucapkan terima kasih. Ia mengaku itu sangat berarti baginya.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dan bangga. Silaturrahim tadi walaupun singkat, tapi ada banyak ilmu yang saya dapatkan dari beliau,” ujarnya.

Putra Pejuang Ansor
Achmad Fauzi adalah putra bungsu dari pasangan Achmad Slamet Wongso dan Ainun. Ia lahir pada 21 Mei 1979. Tepatnya, pada Senin malam, ba’da shalat Isyak.

Semasa hidupnya Slamet Wongso tercatat sebagai seorang aktivis dan pegawai negeri di lingkungan Dinas Pendidikan. Ia aktif di GP Ansor Sumenep – salah satu organisasi pemuda badan otonom NU.

Baca juga: Silaturahim dengan Rais Syuriah NU Sumenep, Achmad Fauzi Minta Doa Kiai Sepuh

Jiwa aktivisnya sangat kental. Ia sangat kritis terhadap kebijakan pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto. Akibatnya ia sering mendapat teror. Ia pun memilih mengundurkan diri atau pensiun dini dari pegawai negeri.

Pensiun dari pegawai negeri, Slamet aktif di PPP, satu-satunya partai politik yang dibidangi dan menjadi wadah perjuangan para kiai kala itu hingga ia terpilih menjadi anggota DPRD Sumenep. Pada era Orde Baru, semua pegawai negeri diwajibkan memilih Golkar, partai politik penyokong utama Orde Baru. (rus/jaz)